Dokter Tirta Sebut Perokok Zaman Dulu Lebih Panjang Umur, Ini Penyebabnya

Dokter Tirta bercerita soal perokok zaman dulu lebih panjang umur karena pola hidup sehat. (Foto: Instagram/dr.tirta)
Dokter Tirta bercerita soal perokok zaman dulu lebih panjang umur karena pola hidup sehat. (Foto: Instagram/dr.tirta)

Rokok kerap menjadi kambing hitam bagi setiap orang yang mengalami masalah kesehatan. Jika ingin umur panjang, perokok siapapun itu harus tahu bahwa merokok berpotensi menyebabkan berbagai penyakit seperti paru-paru hingga kanker.

Rokok memang mengandung banyak bahan kimia dan salah satunya adalah tar. Tar diketahui juga sebagai salah satu penyebab pemicu penyakit kanker. Hal ini terus digaungkan oleh Dokter Tirta mengingat jumlah perokok sangat banyak.

Tirta Mandira Hudhi, dr., M.B.A., atau biasa dikenal Dokter Tirta mengingatkan bahaya merokok saat podcast bersama Praz Teguh. Dia mengungkapkan ada beberapa gejala yang dapat dirasakan tubuh ketika mengonsumsi rokok secara berlebihan.

| Baca Juga: Perokok Vape Meningkat, Amankah dari Risiko Kanker Paru-Paru?

“Apa gejala rokok itu berlebihan? Kalau pagi-pagi batuk dahaknya putih. Itu sudah berlebihan banget, kalau diterusin umur 45-50 paling mati kamu,” kata Tirta dikutip dari kanal YouTube HAS Creative, Senin (03/06). 

Tirta kemudian mengungkapkan, beberapa orang yang masih ngeyel untuk tetap merokok, beranggapan perokok zaman dahulu memiliki umur panjang. Maka dari itu, perokok masa kini juga merasa hidupnya akan baik-baik saja. 

Terkait hal tersebut, menurut Tirta, alasan orang zaman dahulu memiliki usia panjang meskipun merokok adalah pola hidup sehat yang mereka jalani.

“Terus kenapa orang zaman dulu enggak mati-mati karena zaman dulu belum ada polusi. Beneran, ini tak jawab kenapa perokok zaman dulu usianya awet-awet? Karena zaman dulu mereka jalan kaki belum ada motor,” ujarnya.

| Baca Juga: Selain Ji Chang Wook, 3 Seleb Ini Juga Kepergok Merokok di Ruangan

Beberapa pola hidup sehat yang dilakukan oleh orang zaman dahulu, salah satunya memakan makanan rebus dan tidak banyak mengandung bahan pengawet.

Atas dasar tersebut, Tirta mengklaim bahwa orang zaman dahulu dapat berusia panjang meskipun perokok karena pola hidup sehat. Lebih banyak berjalan kaki ketika beraktivitas hingga konsumsi makanan yang lebih sehat.

“Eyang kakung kita ngerokok tingwe (rokok tembakau linting). Ini bukan konspirasi ya, tapi fakta bahwa mereka tuh ngerokok tingwe tapi mereka ke mana-mana pakai sepeda. Mereka jalan kaki bisa 10 ribu langkah setiap hari. Makannya bukan bakar-bakaran tapi rebus-rebusan, tidak pengawetan. Jadi walaupun mereka ngerokok, mereka menghindari karsinogenik yang lain,” ujarnya. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here