Anak Generasi Alpha Sulit Diatur? Begini Tips Menghadapinya

cara mendidik anak generasi alpha

Generasi Alpha atau yang sering disebut digital native, adalah anak-anak yang lahir pada tahun 2010-2025. Mereka sangat terikat dengan teknologi bahkan sejak masih dalam kandungan. Sehingga, tidak heran jika gen A piawai dalam memainkan gadget. Novita Tandry, seorang psikolog anak dan remaja mengatakan bahwa anak yang lahir pada tahun tersebut memiliki karakteristik mudah bosan, daya juang rendah, sulit fokus, dan lainnya.

Maka dari itu, mendidik gen A tidak sama dengan cara didik Boomers, gen X, Y, dan Z. Orang tua harus pandai beradaptasi agar pendidikan tepat sasaran. Lantas bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini!

Bekali dengan Pendidikan Agama

Gadget dan internet dapat menghubungkan anak dengan ragam jenis manusia. Sehingga sulit bagi orang tua untuk bantu menyaring pergaulan anak di dunia maya. Maka sebagai orang tua wajib membekali anak dengan pengetahuan dan pendidikan agama, agar mereka punya kontrol diri yang berasal dari norma agama.

| Baca juga: 5 Gaya Parenting Orang Jepang yang Bisa Ditiru untuk Mendidik Anak

Pendampingan, Perlindungan, dan Pembinaan

Saat anak bermain gawai, orang tua wajib mendampingi, sebab kemudahan mengakses internet membuat mereka sulit membatasi diri dari hal negatif seperti pornografi. Pendampingan yang dimaksud bukan berarti harus banyak melarang, namun hadir penuh membersamai mereka untuk memberikan perlindungan dan pembinaan. Misalnya jika anak menemui kalimat kasar di media sosial, orang tua wajib meluruskan dan memberi arahan.

Batasi Screen Time

Karena orang tua tidak mungkin memisahkan gen A dengan teknologi, maka membatasi waktu anak memainkan gawainya adalah salah satu solusi. Selain membantu mata istirahat, batasan ini juga bermanfaat untuk menyeimbangkan kehidupan sosial anak di dunia nyata.

Lakukan Eye Contact

Jangan sekali-kali menyepelekan eye contact (kontak mata) dengan anak. Sebab kontak mata membantu kita terhubung dengan anak. Dengan begitu mereka akan merasakan keberadaan orang tua. Eye contact juga berfungsi untuk membantu fokus anak, menghadirkan rasa hormat dan empati.

| Baca juga: Tips Parenting Jitu di Tengah Pandemi Ala Ashton Kutcher dan Mila Kunis

Ajak Bermain dan Sosialisasi

Bermain adalah dunianya anak-anak. Melalui bermain, sensor motorik kasar dan halus akan bekerja lebih optimal. Agar anak generasi Alpha tidak menggantungkan hidup sepenuhnya pada teknologi, terutama gadget, maka kita harus mendukungya untuk bergerak, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan berinteraksi dengan usia yang berbeda. Jangan sampai anak dibiarkan nyaman dengan kesendiriannya di dunia maya dan melupakan kehidupan sosialisasinya. *bbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here