Kementerian PPPA Bangkitkan Semangat Lewat Suara Anak Disabilitas

0
44
Suara anak disabilitas
Foto: Istimewa

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar kegiatan tulis menulis, yang dikhususkan untuk anak peyandang disabilitas. Acara ini diselenggarakan oleh Deputi Bidang Perlindungan Anak, dan bekerja sama dengan Musik Hana Midori.

“(Kegiatan ini) bakal menjadi ruang baru bagi anak penyandang disabilitas, dalam mempergunakan hak mereka untuk menyampaikan pendapat. Tentang apa yang mereka rasakan, dan mengurai harapan-harapan mereka,” kata Nahar SH, M.Si, Deputi Bidang Perlindungan Anak di Jakarta, Rabu (10/4).

Baca juga: Mesra Bareng Wijin, Gisella Anastasia Sediain Lapak Caci Maki

Nahar lebih jauh menyebut, ada kenyataan di masyarakat bahwa keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas, jarang mau melibatkan si anak dalam berbagai kegiatan.

“Bahkan ada anggapan, si anak tidak perlu disekolahkan. Ini persepsi yang kurang menguntungkan bagi perkembangan anak,” tegasnya.

Suara anak disabilitas
Foto: Istimewa

Menurut salah satu dewan juri, Rina Prasarani, acara yang baru pertama kali diadakan ini, diikuti oleh lima kategori penyandang disabilitas.

“Disabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas mental, disabilitas sensorik dan disabilitas ganda/multi. Dengan usia peserta adalah sebelum 18 tahun, dan khusus untuk anak penyandang disabilitas intelektual, boleh sampai di bawah usia 25 tahun,” ujarnya.

Baca juga: Lagi-lagi V BTS Dinobatkan Jadi Pria Tertampan di Dunia

Menurutnya, anak disabilitas tidak boleh dikucilkan. Mereka berhak diberi kesempatan yang sama seperti anak-anak lainnya.

“Dalam menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam tulisan, para peserta yang tidak dapat menulis dalam format tulisan latin, dapat mengungkapkannya dalam bentuk bahasa isyarat. Atau dalam bentuk suara, bahkan dalam huruf braille. Namun, pendamping atau orangtua perlu menerjemahkannnya ke dalam bentuk tulisan latin sesuai ketentuan,” tambah Rina.

“Video atau rekaman suara, dapat dilampirkan disertai dengan surat pernyataan, bahwa tulisan yang diterjemahkan tersebut benar karya anak penyandang disabilitas,” kata Rina sambil menyebut empat nama juri lainnya, yakni Prof. Irwanto, Ph.D, Dewi Tjakrawinatam, Dra. Eva Rahmi Kasim, MDS dan Angkie Yudisti.

Baca juga: Ruben Onsu Siapkan Bekal Untuk Pensiun dari Dunia Hiburan

Acara ini mengangkat tema Suara Anak Disabilitas, dengan sub tema Pendidikan/Pelatihan, Olahraga, Seni, Pariwisata, Transportasi, Kesehatan dan Ruang Bermain. Peserta bebas memilih sub tema, dan menceritakan apa yang mereka alami, serta harapan apa yang mereka inginkan di masyarakat.

Yen Sinaringati, produser eksekutif dari Musik Hana Midori menyebut, pengumpulan materi naskah sudah dilakukan sejak 8 April, sampai batas akhir 8 Juni 2019.

“Peserta wajib mengirim karya asli, tidak dipunggut biaya, tidak boleh memuat unsur pornografi dan SARA. Naskah bisa dikirim ke email suaranakdisabilitas@gmail.com,” kata Yen.

Baca juga: Klarifikasi Raline Shah yang Dikaitkan dengan Kasus Prostitusi

Karya setiap pemenang akan dibukukan oleh Kemen PPPA. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan diri penyandang disabilitas.

“Ajang ini akan menjadi sarana komunikasi bagi anak penyandang disabilitas melalui tulisan, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas,” imbuh Nahar. (*)