Tanaman Hidroponik jadi Senjata Ampuh Atasi Anemia

0
48
tanaman hidroponik atasi anemia
(Dari kiri) Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Menkes RI, Prof. Nila Moeloek SpM (K) dan Kadinkes Jatim dr. Kohar Hari Santoso SpAn KIC KAP. Foto: Bayu Basu seno/Nyata

Jumat (12/4) lalu, Rapat Koordinasi Program Prioritas Bidang Kesehatan Provinsi Jatim digelar di Hotel Bumi Surabaya. Acara ini dihadiri oleh para Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kabupaten dan kota, sejumlah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jawa Timur (Jatim) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Tak lupa, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Prof. Nila Moeloek SpM (K), serta Kadinkes Jatim dr. Kohar Hari Santoso SpAn KIC KAP, juga hadir di sana. Pada rapat kali ini, mereka membahas seputar PTM (Penyakit Tidak Menular), AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKN (Angka Kematian Neonatal), stunting, TB (tuberculosis), dan imunisasi.

“Jadi di rapat ini para Kadinkes Kabupaten-Kota dan para Direktur RSUD di Jatim, bisa memformulasikan masalah untuk mencari solusi, serta intervensi apa yang perlu dilakukan,” kata Kohar saat ditemui usai acara.

Baca juga: Khofifah Indar Parawansa, Gadis Tomboy itu Kini Seorang Gubernur

Menurut Menkes, saat ini kasus PTM secara nasional mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan karena gaya hidup masyarakat zaman sekarang yang berubah.

“Kasus diabetes secara nasional mengalami kenaikan, dari enam persen menjadi delapan persen. Disusul kasus hipertensi juga mengalami kenaikan, sekarang jadi 10 persen. Ini disebabkan gaya hidup kita sudah berubah. Dari kulinernya, cara kita makan. Bukan nggak boleh, tapi harus menerapkan gizi seimbang,” ungkap Nila.

Selain itu, menurut Menkes, tingkat AKI juga terbilang cukup tinggi. Untuk itu, pihaknya menghimbau kapada para remaja perempuan untuk menjaga kesehatan reproduksinya sejak dini.

Baca juga: Butuh Ketenangan Jiwa? Masak Roti Bisa Jadi Obatnya

Penyebab AKI yang paling sering adalah anemia di kalangan remaja putri. Pemerintah sudah memberikan tablet penambah darah (FE) secara gratis melalui Puskesmas, untuk mengatasi masalah tersebut. Namun menurut Khofifah, hal itu saja belum cukup.

Gubernur wanita pertama di Jatim ini menginginkan adanya Toga (Tanaman Obat Keluarga), untuk mengatasi anemia pada remaja perempuan.

“Sudah saya sampaikan ke Pak Kadinkes dan Pak Kadis Pertania. Kalau tablet FE, mereka kadang ingat, terkadang juga tidak. Sementara dengan adanya hidroponik, terutama untuk penanaman bayam merah. Mereka nanam sediri, hanya 14 hari. Dengan begitu, sustainability-nya lebih terjaga,” jelas Khofifah.

Baca juga: Kenali 3 Kondisi Medis yang Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi

Dengan adanya hidroponik itu, Khofifah berharap supaya para remaja putri selalu ingat akan kebutuhan zat besi dalam tubuhnya.

“Kalau ada hidroponik di halaman rumah masing-masing, ketika para remaja ini akan berangkat atau pulang sekolah, bahkan pagi kalau sebelum lihat tanaman yang mereka tanam sendiri itu belum lega. Itu yang nantinya akan menjadi habit para remaja,” ujar Khofifah.

Tak hanya itu, Khofifah juga mengapresiasi upaya pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengatasi anemia pada remaja putri. Mereka menerapkan penggabungan teknologi pangan dan pertanian.

“Seperti di Situbondo, daun kelor yang kaya zat besi dibikin menjadi jelly, sesuatu yang lebih disukai remaja,” ungkapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here