Diastika Lokesworo Curhat Tentang Gebetan Lewat Lagu Kesempatan

Foto: Why/Nyata

Menandai hari jadinya yang ke 24 tahun, Diastika merilis single terbaru berjudul Kesempatan. Penyanyi pendatang baru di industri musik Indonesia itu, tampil memesona di hadapan awak media di salah satu restoran di The Pallas SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (11/4) lalu.

“Ini single pertama aku, setelah album jazz yang rilis 2016 lalu. Sekarang aku mau konsen di industri musik Indonesia setelah lama tak mengeluarkan karya. Aku baru pulang dari Los Angeles,” aku wanita yang akrab disapa Dias.

Baca juga : Sempat Bingung, Akhirnya Tatjana Saphira Putuskan jadi WNI

Dibalik cerita single-nya, rupanya lulusan Southern California Institute of Architecture ini menyimpan penyesalan.

“Bisa dibilang penyesalan. Jadi aku bertemu someone, tapi karena aku malu jadi nggak sempat tukeran nomor. Ah, pulang ke rumah jadi nyesel kenapa nggak minta ya, duh,” cerita Dias geregetan.

Sepulangnya dari pertemuan singkat yang terjadi awal tahun lalu itu, Dias hanya bisa menyesalinya. Perasaan itulah yang ia curahkan dalam lagunya. “Pulang, kesel, nyesel, ambil gitar lalu bikin lagu. Setengah jam selesai, jadi deh,” kenangnya.

Alhasil setelah lagu selesai dibuat, Dias tak lagi mendengar kabar dari pria pujaan hatinya. Dias berharap lagu ini bisa sampai dan disukainya. “Semoga ya, dia dengar dan menyukai lagu ini. Jujur ini lagu buat dia. Aku beri judul Kesempatan, agar dia kasih aku untuk mengenalnya lebih dalam lagi,” harap Dias.

Baca juga : 5 Smartphone Selfie Terbaik 2018 Mulai Harga Rp 1 Jutaan

Jauh sebelum single terbarunya ini, ia sudah merilis album jazz dengan tema Dias. Di album perdana itu, Dias menyuguhkan sembilan karya apik ciptaannya yaitu Fire, Dreamer, Jatuh, Under The Influence, Should Have Told You, LA, Man, Are You Fine? dan Take Me Whole.

Foto: Why/Nyata

Keseluruhan lagu, dibuat Dias selama enam tahun tinggal dan kuliah di Los Angeles. “Kuliah arsitek di LA, biasa tinggal di sana sendiri, jauh dari mama papa. Aku harus melepas emosi, kesedihan, kegalauan. Jadi aku mulai nulis lagu, tapi aku nggak bisa main instrumen.” akunya.

Dari keinginan menghibur diri selama sekolah di sana, Dias sengaja beli ukulele dan belajar memetiknya. “Aku beli ukulele harganya dua ratus ribu. Belajar di YouTube sambil cari nada untuk lagu aku. Eh nggak kerasa kumpul sembilan lagu, tadinya ini rahasia. Nggak ada yang tahu kalau aku bisa nulis lagu,” aku Dias.

Rupanya hasil karya Dias tersebar di Indonesia. Tadinya Dias hanya memberitahu ibunya saja. “Nggak taunya mama kirim ke temannya juga, tersebar lah sampai ke om Yance Manusama. Saat itu aku diminta untuk perform di Java Jazz,” kenangnya.

Diaz pun berharap karyanya bisa menambah warna bagi perkembangan musik Tanah Air. “Aku nggak mau jadi ajang bersaing, karena niatku untuk memberi manfaat bagi yang lain. Semoga karya-karyaku ini bisa diterima,” harapnya. Why/Rez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here