Sempat Dicuri Napoleon Bonaparte, Lukisan Ini Laku Rp 311 Miliar

Lukisan Rest On The Flight Into Egypt yang ditemukan dalam kantong plastik terjual Rp311 Miliar (Foto: CHRISTIE'S IMAGES LTD)
Lukisan Rest On The Flight Into Egypt yang ditemukan dalam kantong plastik terjual Rp311 Miliar (Foto: CHRISTIE'S IMAGES LTD)

Pernah membayangkan lukisan bernilai puluhan miliar rupiah ditemukan di dalam kantong tas yang tergeletak di halte bus? Hal tersebut terjadi pada lukisan Rest On The Flight Into Egypt karya maestro Italia, Titian.

Lukisan ini dilukis sekitar tahun 1510 oleh Titian yang masih berusia 20 tahun. Karya ini pun dianggap sebagai salah satu mahakarya maestro karena keindahan dan nilai sejarahnya.

Titian dikenal sebagai seniman di era Renaisans Venesia dan terkenal dengan pendalaman perasaan terhadap lukisannya.

| Baca Juga : Terjual Rp10 M, Papan Kayu Titanic Pecahkan Rekor dalam Lelang

Lukisan Rest On The Flight Into Egypt menggambarkan perjalanan Bunda Maria dan Yusuf membawa bayi Yesus ke Mesir.

Dilansir dari Forbes, selain gambar tersebut, perjalanan kepemilikan lukisan juga menjadi nilai jualnya. Saat pertama kali, lukisan ini menjadi koleksi pedagang rempah dan penikmat seni Venesia abad ke-17, Bartolomeo della Nave.

Kemudian lukisan tersebut berpindah tangan ke Adipati Agung Ludwig Wilhelm dari Habsburg. Pada saat itu menjabat sebagai gubernur Belanda Spanyol.

Namun pasukan Napoleon Bonaparte mengambil lukisan tersebut. Alhasil pada 1809, lukisan Titian jadi hak milik mantan kaisar Prancis ini. Tak bertahan lama, ia pun mewariskannya kepada Marquess of Bath di Inggris.

| Baca Juga : Fantastis, Lukisan Asli Cover Pertama Harry Potter Laku USD 1,9 Juta

Setelah beberapa kali melintasi benua Eropa, pada tahun 1995, lukisan ini dicuri dari Longleat Estate kediaman Marquess of Bath. Tujuh tahun menghilang, lukisan ini ditemukan kembali terbungkus kantong tas di London.

(Foto: PA IMAGES VIA GETTY IMAGES)
(Foto: PA IMAGES VIA GETTY IMAGES)

Rest On The Flight Into Egypt pun dikembalikan. Marquess ke-8, Ceawilin Thynn menawarkan lukisan ini ke tempat pelelangan, Christie’s sebagai investasi jangka panjang mereka.

“Mahakarya awal yang luar biasa oleh Titian ini adalah salah satu karya paling puitis dari masa mudanya,” kata Orlando Rock.

| Baca Juga : Kisah Unik Lenny Maughan, Pelukis dengan Berlari

“Dengan kepemilikan yang pernah melewati tangan bangsawan, adipati agung, dan kaisar Romawi yang suci, lukisan ini memiliki catatan langka karena pernah dicuri tidak hanya sekali, tetapi dua kali – pertama oleh Napoleon dan kedua di pertengahan akhir 1990-an,” lanjut ketua Christie’s London.

Rest On The Flight Into Egypt pun akhirnya terjual dengan memecahkan rekor lelang sebelumnya seharga £17,6 juta (sekitar Rp 311 miliar) pada Selasa (2/6) lalu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here