Pensiunan Guru di Muaro Jambi Diminta Kembalikan Gaji Rp 75 Juta

Ilustrasi pensiunan guru di jambi diminta kembalikan gajinya ke Negara. Foto: iStock
Iustrasi pensiunan guru di jambi diminta kembalikan gajinya ke Negara. Foto: iStock

Seorang pensiunan guru TK Negeri 3 Sungai Bertam di Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi menghadapi situasi sulit. Bagaimana tidak, wanita usia 60 tahun ini diminta mengembalikan gaji sebesar Rp75 juta.

Asniati diharuskan mengembalikan uang itu karena persoalan kelebihan batas usia. Pemkab Muaro Jambi menganggap pensiunan guru TK Negeri 3 Sungai Bertam itu telat mengajukan berkas pensiun sehingga tetap menerima gaji.

“Jadi memang benar, saya ini sekarang disuruh harus kembalikan uang Rp 75 juta ke negara, katanya (penjelasan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) uang itu kelebihan bayar selama saya kerja menjadi guru TK dua tahun,” kata Asniati, dikutip dari detik.com

| Baca Juga : Demi Selamatkan Peliharaan, Pria Ini Adu Tinju Dengan Kanguru

“Ini gara-gara masalah pensiunan jadi guru, jadi uang itu kelebihan bayar sehingga mesti dikembalikan ke negara,” sambungnya.

Asniati tak mengetahui bahwa usia pensiun seorang guru berumur 58 tahun, sehingga dalam dua tahun ini tetap masuk mengajar seperti biasa hingga usia 60 tahun.

Bahkan, dia juga menerima gaji seperti biasa. Asniati tak pernah diberitahu oleh siapa pun jika batas usia pensiun seorang guru adalah 58 tahun.

| Baca Juga : Lewat Monitor Bayi, Suami Pergoki Istri Selingkuh dengan Ayah

Dia menyebut, selama pengusulan pensiunan itu, tidak ada berkas yang belum dilengkapi BKN sehingga seharusnya pensiun Asniati sudah bisa diproses sejak pengajuannya pada 2023.

Sebenarnya, wanita yang tinggal di RT 11 Pondok Meja Kecamatan Mestong Muaro Jambi ini sudah mengurus berkas pensiunnya di BKD Muaro Jambi.

Berkas yang dimasukkan kepada staf BKD itu pun dinyatakan lengkap. Beberapa bulan lalu dirinya bermaksud menanyakan kepada pihak BKD bagaimana berkas yang dia masukkan tahun lalu.

| Baca Juga : Sering Makan Ayam Goreng Krispi, Bocah di Taiwan Cuci Darah Seumur Hidup

Namun, Ia justru mendapatkan informasi bahwa dirinya harus mengembalikan dana sebesar Rp 75.016.700 kepada negara.

“Saya tanya ke BPKAD usia pensiun saya 60 tahun. Jadi saya terus kerja dan tahun ini saya diminta kembalikan uang karena saya tidak bisa mengurus SKPP (surat keterangan penghentian pembayaran) karena sudah pensiun,” ujar Asniati. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here