Kota Lama Surabaya Punya 4 Zona Tematik, Mulai Eropa hingga Melayu

Peluncuran Kota Lama Surabaya yang baru saja direvitalisasi. (Foto: Azharul Hakim/Nyata)
Peluncuran Kota Lama Surabaya yang baru saja direvitalisasi. (Foto: Azharul Hakim/Nyata)

Kota Lama Surabaya baru saja direvitalisasi. Hal ini menjadi destinasi wisata baru di Kota Pahlawan yang menghadirkan pesona sejarah perjuangan bangsa saat masa penjajahan.

Peluncuran Kota Lama Surabaya berlangsung meriah. Ribuan masyarakat hadir ke acara yang berlangsung di Gedung Internatio, JMP, pada Rabu, (3/7/2024) pukul 16.00 WIB itu.

Acara tersebut menyuguhkan berbagai penampilan. Termasuk, Video Mapping Show yang dipersembahkan oleh LZY Visual.

Foto : Azharul Hakim
Foto : Azharul Hakim/Nyata

| Baca Juga: Pamer Bojo-Bojo Loro, Gilga Sahid Goyang Balai Kota Surabaya

Pengunjung serasa dibawa menyusuri jejak sejarah, di mana Kota Surabaya menjadi saksi perjuangan masa penjajahan. Tak hanya itu, ada juga penampilan drama kolosal ‘Jika Aku Seorang Belanda’ yang dipersembahkan oleh Teatrikal by Dimar Dance & Surabaya Dancer.

Penampilan drama kolosal. Foto : Azharul Hakim
Penampilan drama kolosal. Foto : Azharul Hakim

Drumband Gita Jala Taruna TNI AAL dan penampilan orchestra dari Line Entertainment juga turut menambah kemeriahan Grand Launching Kota Lama Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meresmikan Kota Lama Surabaya yang direvitalisasi menjadi 4 zona tematik yaitu Eropa, Pecinan, Arab dan Melayu.

Pada zaman pendudukan Belanda, kawasan ini menjadi pusat pemerintahan, bisnis, hingga pertukaran budaya. Lantas, Eri menyebut revitalisasi ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga pengingat akan pentingnya sejarah kota Surabaya.

| Baca Juga: Ribuan Masyarakat Meriahkan Surabaya Medic Air Run 2024

“Konsep besar dalam revitalisasi ini adalah memadukan interaksi publik, ekonomi kreatif dan edukasi kesejarahan,” ujarnya.

Sehingga Eri berharap kehadiran kawasan Wisata Kota Lama ini, masyarakat Kota Surabaya dapat belajar dari sejarah kawasan Kota Lama.

“Zona Eropa yang terpusat di Taman Sejarah terdapat mobil replika yang menewaskan Jenderal Mallaby, itu adalah museum sejarah outdoor. Maka dengan ini, kita bangkitkan semangat kita dan jangan lupa terhadap sejarah perjuangan para pendahulu kita yang sangat luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan,” ucap Eri. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here