Sammy Teusch, Anak Usia 10 Tahun Jadi Korban Bully Berakhir Bunuh Diri

Sammy Teusch, anak usia 10 di Amerika yang bunuh diri karena jadi korban bully. Foto: Dok. YouTube WTHR
Sammy Teusch, anak usia 10 di Amerika yang bunuh diri karena jadi korban bully. Foto: Dok. YouTube WTHR

Sammy Teusch, anak berusia 10 yang tinggal di salah satu negara bagian Amerika, memilih untuk bunuh diri karena menjadi korban bully di sekolahnya.

Pada 5 Mei 2024, keluarga Sammy Teusch mengumumkan anaknya telah meninggal karena mengalami perundungan. Sammy diketahui ditemukan meninggal dengan cara gantung diri. Pihak kepolisian Indiana menyatakan bahwa penyebab kematian karena sesak nafas akibat adanya tekanan pada leher.

Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa Sammy ternyata menjadi korban bully baik di dalam maupun luar sekolah yang mengarah pada dugaan bahwa ia juga menerima perilaku buruk selama di rumah.

Namun, ayah Sammy menyatakan bahwa anaknya tidak pernah diperlakukan dengan buruk selama di rumah bersama keluarganya.

| Baca Juga : Anak Kecil di Bekasi Terjatuh Saat Bersandar di JPO

“Itulah kenapa dia tidak mau pergi ke sekolah. Menurutmu apakah dia akan mau tinggal di rumah jika terjadi hal buruk di sini? Tidak, dia mau tinggal di rumah karena ini adalah tempat yang aman untuknya,” kata Sam Teusch, ayah Sammy.

Ia juga membagikan bagaimana menemukan anaknya yang meninggal karena bunuh diri adalah sebuah hal yang membekas di ingatannya. “Aku menggendongnya. Aku melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan oleh ayah manapun. Dan setiap aku menutup mata, hanya itu yang selalu aku lihat,” katanya.

Sang ibu juga menimpali, “dia adalah laki-laki kecilku. Dia adalah anakku. Dia adalah yang termuda”

Menurut pernyataan dari orang tua Sammy Teusch, anak mereka telah menjadi korban bullying hingga mendekati kematiannya.

Disebutkan bahwa Sammy menerima perlakuan buruk dari teman-temannya yang mengejek kacamata dan giginya.

| Baca Juga : Viral! Pelecehan Ibu ke Anak Balita, Polisi Lakukan Penyelidikan

Tak hanya di hina soal fisik, Sammy ternyata juga mendapatkan perlakuan kasar. “Dia dipukuli saat di bus sekolah, anak-anak lain merusak kacamata dan sebagainya. Aku sudah menghubungi sekolah dan bertanya ‘apa yang akan kalian lakukan terkait hal ini? Perundungan ini terus memburuk, dan jadi jauh lebih buruk lagi. Keadaannya tidak membaik tapi malah semakin buruk,” kata ayah Sammy.

Terbaru, Sammy ternyata juga sempat dipojokkan di kamar mandi sekolahnya. Bahkan diketahui jika orang tua dari Sammy sudah menghubungi sekolah sebanyak 20 kali untuk melaporkan masalah perundungan anaknya.

Namun pihak yayasan sekolah mengaku tidak pernah menerima laporan apapun. Tetapi staf administrasi dilaporkan selalu berhubungan dengan keluarga Sammy sepanjang tahun kemarin.

Keluarga Sammy pertama kali mengumumkan kematian anaknya melalui halaman penggalangan dana. Di sana mereka mengumpulkan uang untuk membantu upacara pemakaman hingga terkumpul 74 ribu dolar.

| Baca Juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Bully yang Menyeret Anak Vincent Rompies

Dalam laman donasi tersebut, keluarga Sammy memuji bagaimana putra kecilnya adalah seseorang yang sangat cerdas dan lucu. “Sammy adalah anak terbaik dengan kepribadian yang luar biasa. Dia cerdas, lucu, menawan, dan tinggi empati. Dia memberikan kecerahan pada kehidupan siapa pun yang dia temui dan menjadi bagian penting.”

Pemakaman Sammy Teusch telah digelar pada 15 Mei lalu. Karena kisah yang menyentuh, sebanyak 200 orang hadir untuk mengantarkan Sammy ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Sebagian adalah teman-teman Sammy serta ada pula kelompok 100 pengendara seperti motor yang berperan sebagai pengiring upacara. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here