Sandra Dewi Minta Doa Usai Diperiksa Kejagung

Sandra Dewi dipanggil Kejagung atas kasus korupsi suaminya, Harvey Moeis. Foto: Dok. Instagram @sandradewi88
Sandra Dewi dipanggil Kejagung atas kasus korupsi suaminya, Harvey Moeis. Foto: Dok. Instagram @sandradewi88

Sandra Dewi akhirnya muncul untuk diperiksa di Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi yang menjerat suaminya, Harvey Moeis.

Kedatangan Sandra Dewi kali ini ternyata berkaitan dengan rekening yang telah diblokir. Dilansir dari laman Detik.com, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi mengatakan pihaknya memang melakukan pemanggilan pada Sandra sebagai saksi.

Kesaksian Sandra akan digunakan untuk meneliti terhadap beberapa rekening yang telah Kejagung blokir atas kasus korupsi suaminya, Harvey.

“Telah kami blokir tempo hari dalam rangka untuk memilah mana yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana yang diduga dilakukan oleh saudara HM (Harvey Moeis) dan mana yang tidak terkait,” kata Kuntadi kepada detik.com yang dikutip Nyata, Kamis (4/4).

| Baca Juga: Raffi Ahmad Lelah Dikaitkan Kasus Korupsi Suami Sandra Dewi

“Sehingga diharapkan kita tidak melakukan tindakan kesalahan di dalam penyitaan, dan hanya sekadar untuk memilah dan memilih saja ya. Itu mungkin urgensinya hanya sebatas itu ya,” sambungnya.

Kuntadi mengatakan, Sandra juga akan diperiksa terkait rekening suaminya yang telah disita. Pihak Kejagung akan mengulik informasi dari keterangan saksi, apakah rekening itu ada kaitannya dengan kasus korupsi Timah tersebut.

“Kita hanya sebatas untuk meneliti apakah rekening yang telah kita blokir ada kaitannya atau tidak,” paparnya.

Sementara itu, selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Kartika Kejagung, Sandra Dewi sempat menemui awak media dan meminta doa.

“Doain aja ya, doain aja,” ujar Sandra Dewi, dilansir dari detik.com.

| Baca Juga: Imbas Kasus Korupsi Suami, Sandra Dewi Dilaporkan ke Kejagung

Setelahnya, istri Harvey Moeis itu tak ingin berkomentar banyak. Ia hanya berpesan kepada awak media yang hadir untuk tidak serta merta membuat berita yang kebenarannya dipertanyakan.

“Jangan bikin berita-berita yang tidak benar, tolong lihat data yang benar ya,” ucapnya lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here