Jurus Jitu Agar Tetap Fit selama Menstruasi

0
62
tips-tetap-fit-selama-menstruasi
Foto: Istimewa

Tidak sedikit wanita yang memilih berhenti berolahraga selama menstruasi. Alasannya, menstruasi membuat mereka merasa tidak nyaman berolahraga. Bahkan ada pula yang takut berolahraga saat menstruasi justru bisa berdampak buruk.

Faktanya, berolahraga selama menstruasi justru punya banyak manfaat. Di antaranya menjaga tubuh tetap fit dan mengatasi premenstrual syndrome (PMS) atau tanda-tanda yang muncul menjelang menstruasi.

”Menjelang menstruasi kan tubuh biasanya terasa lelah, pegal, nyeri, bahkan kram. Nah, dengan berolahraga justru bisa mengatasi gangguan tersebut,” ujar dr Monica Surjanto SpKO. 

”Selain itu, berolahraga dapat meningkatkan hormon endorfin, sehingga membuat mood menjadi lebih baik dan rileks,” imbuh dokter spesialis kedokteran olahraga itu. 

dokter
dr Monica Surjanto SpKO. Foto: Istimewa

|Baca juga: Tips Ngobrol Aman dan Nyaman soal Menstruasi dengan Anak

Meski begitu, Monica mengingatkan agar memilih jenis olahraga yang tepat. ”Tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan saat menstruasi. Sebab saat menstruasi terjadi pelepasan hormon kewanitaan. Hal itu dapat menyebabkan perubahan pada struktur ligament persendian, sehingga rentan mengalami cedera. Terutama robekan ACL (Anterior Cruciate Ligamen, red) atau cedera lutut,” terang Monica. 

Jenis Olahraga 

Dengan memilih jenis olahraga yang tepat, kaum wanita dapat menjalani masa menstruasi dengan lebih sehat dan bahagia. Menurut Monica, beberapa olahraga yang cocok dilakukan menjelang dan selama menstruasi antara lain: 

– Dua-tiga hari menjelang menstruasi adalah waktu tepat untuk berolaha untuk merilekskan tubuh dan mengurangi gejala-gejela PMS, seperti kram, nyeri payudara, lelah, dan nyeri otot. 

”Jika tidak mengalami gejala PMS selama menstruasi, bisa memilih pilates. Tapi tetap perhatikan kondisi tubuh. Jika ternyata tubuh tidak berkinerja seperti biasanya, kurangi intensitasnya,”

– Awal menstruasi: Latihan kardio dengan intensitas ringan seperti jalan kaki atau jogging. 

– Ketika volume darah sudah tidak banyak mengalir: Tingkatkan intensitas latihan menjadi sedang hingga tinggi. Misalnya, bersepeda. 

”Latihan kekuatan otot tetap menjadi pilihan. Namun, hindari gerakan yang terlalu berlebihan agar tidak mengalami cedera. Juga hindari gerakan headstand, karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here