Dear Meghan Markle, Perbaikilah 2 Kekuranganmu Ini Jika Ingin Jadi Presiden

munafik meghan-markle-ingin-jadi-calon-presiden-amerika-serikat
Foto: Sammir Hussein/Harper's Bazaar

Meghan Markle disebut-sebut layak menjadi calon presiden Amerika Serikat. Dengan popularitas yang kian menanjak ditambah lagi kemampuannya untuk mewujudkan impiannya jadi nyata, menambah prospek Duchess of Sussex untuk menjadi orang nomor satu di negeri Paman Sam. 

“Prospek Meghan untuk maju menjadi presiden Amerika Serikat itu mungkin dan aku yakin itu akan terjadi. Aku percaya Meghan sendiri melihat dirinya akan menuju ke arah itu (presiden) di masa depan,” ujar penulis biografi Meghan Markle, Tom Bower seperti dilansir dari majalah Closer.

Kendati demikian, Meghan Markle juga masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaikinya jika ingin maju sebagai capres. Menurut Bower, Duchess of Sussex memiliki sifat yang terlalu sensitif. Hal tersebut bisa menjadi batu sandungan dalam kariernya di dunia politik. 

“Politikus adalah publik figur yang paling banyak dihujat. Aku pikir dia akan akan kesulitan. Dia harus belajar bagaimana mengatasi masalah seperti itu,” terangnya. 

Baca juga: Uskup Agung Canterburry Tak Akui Pernikahan Rahasia Meghan-Harry

Tak hanya itu, Bower juga menyebut kalau Meghan kesulitan untuk membangun tim yang solid. Terbukti ada beberapa laporan yang menyebut sang duchess merundung beberapa stafnya saat masih tinggal di Istana Kensington, Inggris. Meghan Markle membutuhkan tim yang loyal dan solid jika ingin maju sebagai calon presiden Amerika Serikat. 

“Kami sudah melihat laporan soal beberapa stafnya yang keluar dan berhenti bekerja dengannya. Ia seperti tak bisa membuat para pekerjanya merasa nyaman,” imbuh Bower.

| Baca juga: Keluarga Kate Middleton Siap Lawan Meghan Markle

Sementara itu sebelumnya, Bower juga menyebut kalau suatu hari nanti pasti Meghan Markle bisa nge-teh bersama Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham, Inggris. Bukan sebagai istri dari cucu Ratu, melainkan sebagai presiden Amerika Serikat. 

“Mungkin suatu hari nanti dia akan mengunjungi Inggris dan nge-teh bersama Ratu sebagai presiden Amerika Serikat!” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here