Serunya Perayaan Ulang Tahun ke-4 Line Dance Lovers Surabaya

ulang-tahun-ldls-1
Dengan kostum blink-blink warna-warni, Trio Macak membawakan lagu Iwak Peyek. Foto: Novi/Nyata

Mengenakan busana blink-blink yang dihiasi dengan payet warna-warni lengkap dengan aksesoris berkilauan, para anggota Line Dance Lovers Surabaya (LDLS) siap merayakan momen spesial, Senin (16/3) malam. Apalagi kalau bukan ulang tahun ke empat komunitas LDLS. 

Digelar di Rumah Makan Time, ini adalah bagian ke empat dari rangkaian acara ulang tahun LDLS. Keseruan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, dengan kejutan yang diberikan founder LDLS, Suci Hariyati kepada sekitar 30 anggota yang hadir.

Rupanya Suci sudah menyiapkan beberapa penghibur dalam acara tersebut. Tak main-main, ia menggandeng ‘Agnez Mo’, ‘Trio Macan’, ‘Rhoma Irama’ dan ‘Didi Kempot’. Eits, tunggu dulu, bukan orang yang sebenarnya, namun para anggota LDLS yang sudah berdandan layaknya artis-artis tersebut.

ulang-tahun-ldls
Eksi Monica (dua dari kiri) membawakan lagu Tak Ada Logika. Foto: Novi/Nyata

Gelak tawa pun langsung terdengar ketika para penghibur memasuki ruangan. Kehebohan semakin terasa ketika ‘Agnez Mo’ atau yang mereka sebut sebagai Eksi Monica tampil di depan para undangan.

Eksi pun tampil habis-habisan memamerkan gaya semirip mungkin dengan mantan pacar Wijaya Saputra tersebut. Ia mengenakan hoodie emas, dipadankan dengan kemben blink-blink, celana jeans dan topi. Eksi membawakan lagu hits Agnez Mo, Tak Ada Logika.

Baca juga: Serunya Olahraga di Tengah Mall Ala Komunitas LDLS

Para undangan yang awalnya duduk manis, langsung berdiri dan ikut nge-dance. Mereka begitu percaya diri dan menggerakkan badan sesuai irama yang upbeat.

Penampilan ke dua tak kalah seru. Tiga ibu-ibu yang menamakan diri mereka Trio Macak, tampil membawakan lagu Iwak Peyek dengan menirukan gaya Trio Macan.

Tak ayal, penonton bukan hanya bergoyang diiringi lagu dangdut tersebut, tetapi juga ikut bernyanyi, sehingga membuat perayaan ulang tahun tersebut semakin meriah.

ulang-tahun-ldls-2
‘Bang Haji’ bersama Trio Macak membawakan lagu Miras. Foto: Novi/Nyata

Keseruan berlanjut ketika seorang anggota yang mengenakan baju serba putih, dihiasi dengan jambang layaknya Rhoma Irama, naik ke atas panggung. Dengan membawa gitar seperti si Raja Dangdut, ia melantunkan lagu Miras dengan sepenuh hati.

ldls
Lagu Pamer Bojo dibawakan oleh Nunung Kempot. Foto: Novi/Nyata

Tak lama kemudian, seorang perempuan mengenakan jarik, lengkap dengan baju lurik dan udeng naik ke atas panggung. Nunung Kempot, begitulah mereka menyebutnya. Ia membawakan lagu Pamer Bojo.

Para undangan pun semakin heboh ketika lagu tersebut sampai pada bagian reff. Mereka ikut berteriak dan mengucapkan jargon ‘cendol dawet’ dengan bersemangat.

keseruan-ulang-tahun-ldls
Bergoyang bersama Nunung Kempot. Foto: Novi/Nyata

Bukan sekedar seru-seruan, para anggota LDLS juga mengucap doa dan harapan mereka di momen yang spesial ini. Salah satunya disampaikan pihak manajemen LDLS, Noviatri Prasetiati atau akrab disapa Poppy.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua member LDLS, yang hadir atau yang tidak di sini, telah bergabung bersama kami selama empat tahun ini. Kita berlatih bersama, berbagi suka duka bersama, menjadi besar bersama, semuanya juga dari member dan ke member,” ujar Poppy.

“Kita semua adalah saudara di sini, saling menyayangi, saling mencintai satu sama lain. Saya harap kebersamaan kita tetap sak lawase (selamanya), tetap rukun, tetap guyub, tetap menyayangi satu sama lain. Terima kasih atas kebersamannya,” sambungnya.

ulang tahun ldls
(mengenakan v-neck blink-blink pada baris pertama) Suci Hariyati, dan (mengenakan penutup muka) Poppy bersama anggota LDLS di acara ulang tahun ke-4. Foto: Nadhirul/Nyata

Baca juga: Hati-Hati! 7 Kesalahan Merias Wajah Ini Bikin Kamu Terlihat Lebih Tua

Tak hanya itu, founder LDLS, Suci Hariyati pun menyampaikan harapannya di tahun ke empat ini. Ia berharap komunitasnya ini bisa memberikan manfaat positif kepada anggotanya.

“Semoga kita tidak hanya suatu komunitas yang kumpul-kumpul saja, tapi juga menyehatkan. Line dance kan suatu olahraga yang ada seninya juga. Dan ini kan mengingat gerakan, jadi semakin usia kita (lanjut), semakin punya resiko pikun. Jadi ini kan melatih konsentrasi dan fokus juga, sehingga semoga bisa mengurangi reskio tersebut,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai koreografer dan entertainer line dance & flashmob tersebut

Sebelumnya, mereka sempat mengadakan open class di Batik Bordir dan Akseoris Fair Grand City, pada 4- 8 Maret lalu. Dilanjutkan dengan media visit ke Tabloid Nyata dan Tabloid Koki Plus, serta kirab dan dance challenge di Royal Plaza pada 11 Maret lalu.

Komunitas yang memiliki setidaknya 40 anggota itu melakukan bakti sosial ke Griya Werdha Jambangan, pada 13 Maret sebagai bagian dalam rangkaian perayaan ke tiga. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here