Apa Sih Bedanya Jantung Koroner dan Serangan Jantung?

0
729
Jantung koroner adalah
Foto: Net

Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih jadi momok menakutkan bagi masyarakat. Apalagi berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, diketahui bahwa 15 dari 1000 orang Indonesia mengidap gangguan itu. Dan, menurut survei Sample Registration System 2014, 12,9 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh PJK.

Hal itu diungkapkan DR dr Yudi Her Oktaviono SpJP(K) FIHA FICA FAsCC FSCAI MM dalam media gathering tentang Serangan Jantung di Usia Muda yang diadakan Siloam Hospitals Surabaya di Boncafe Gubeng, Rabu (4/3) lalu.

Dijelaskan Yudi, penyakit jantung koroner adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh plak atau timbunan lemak. “Plak ini bisa mulai terbentuk di dinding-dinding arti sejak seseorang masih muda. Seiring bertambahnya usia, risiko terjadinya penimbunan plak akan semakin besar,” terangnya.

Karena banyaknya timbunan plak, pembuluh darah jantung akan semakin menyempit. Akibatnya, pasokan darah, oksigen, dan nutrisi yang menuju ke otot jantung semakin berkurang. “Berkurangnya aliran darah ke jantung ini bisa menyebabkan seseorang mengalami nyeri di dada dan sesak napas,” kata Yudi.

| Baca juga: Waspadai Penyebab Sakit Jantung di Masa Sekarang

Bukan hanya menyebabkan berkurangnya pasokan darah, oksigen dan nutrisi yang menuju ke otot jantung, timbunan plak di pembuluh darah bisa pecah sewaktu-waktu.

Jantung koroner adalah
Foto: Net

“Jika hal itu terjadi, aliran darah akan terhambat dan menggumpal di arteri koroner. Dalam kondisi demikian, maka terjadilah serangan jantung mendadak,” jelas Yudi.

Jantung koroner adalah
Foto: Catur/Nyata

“Jadi, yang dimaksud penyakit jantung koroner itu kondisi saat ada sumbatan (plak) di arteri koroner. Sedangkan pada serangan jantung, yang terjadi adalah plak pecah, darah menggumpal dan tersumbat, otot jantung tidak dapat supply darah,” imbuh dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya itu.

| Baca juga: Meninggal Akibat Serangan Jantung, Ini 5 Fakta Perjalanan Hidup Ashraf

Yudi juga menambahkan, plak yang menumpuk pada arteri koroner terbentuk dalam kurun waktu tahunan. Namun lain halnya dengan kepingan darah yang menggumpal, yang dapat timbul tiap detik, bahkan kurang dari satu detik.

“Untuk mencegah hal itu, yang bisa kita lakukan adalah menerapkan pola makan sehat dan berolahraga teratur, sehingga terhindar dari obesitas. Dan, jangan lupa menjalani medical checkup rutin setidaknya setahun sekali bagi yang sudah berusia 30 tahun ke atas,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here