A Private War: Berperang, Bercerita, dan Bertahan Hidup

0
185
Marie Colvin, yang diperankan oleh Rosamund Pike. Foto: Acacia Filmed Entertainment

Jangan dikira ini melulu tentang perang, dan penuh adegan berdarah-darah serta saling serang satu sama lain. Film yang diangkat dari artikel Vanity Fair ‘Marie Colvin’s Private War’ oleh Marie Brenner ini, membawa pesan mendalam yang dikemas dalam durasi 110 menit.

Di bawah arahan Matthew Heineman dan mengusung Rosamund Pike sebagai tokoh utama, film A Private War berhasil menyabet banyak penghargaan bergengsi. Seperti pada  ajang Golden Globe Awards 2018 lalu, A Private War menang kategori Best Actress in A Motion Picture, dan Best Original Song.

Marie bersikeras pada pimpinannya untuk pergi ke Sri Lanka. Foto: Acacia Filmed Entertainment

Baca juga: 6 Kutipan Manis Film Dilan 1991 Sukses Bikin Baper Jomblo

Menceritakan tentang perjuangan jurnalis muda koran Sunday Times, Marie Colvin (Rosamund Pike) dalam mencari kisah-kisah di negara perang. Saat pergi ke Sri Lanka, Marie yang pemberani hendak menyerah pada tentara.

Naas, bom meledak di sebelahnya dan ia pun kehilangan mata kirinya. Sehingga ia harus mengenakan penutup mata sejak saat itu.

Baca juga: Night King Bocorkan Pertempuran Akbar Game of Thrones 8

Secara keseluruhan, film ini sangat menarik untuk ditonton. Alur cerita yang selalu memberi kejutan, pendalaman karakter yang sangat mengena, dan setting peperangan pun terasa sangat nyata.

Terlebih lagi bagi para jurnalis, bisa dipastikan kalian akan manggut-manggut setuju, dengan beragam kejadian serta kalimat percakapan yang disuguhkan.

Menggali data di tengah duka korban peperangan. Foto: Acacia Filmed Entertainment

Baca juga: 7 Busana Terbaik iHeart Radio Music Awards 2019 Ini Super Stunning

Sama halnya dengan alur emosi, terutama dari kepiawaian Rosamund Pike dalam berperan. Ia tampil total, hingga penonton bisa terhanyut dalam perjalanannya. Bahkan tak jarang penonton menitikkan air mata.

Selain harus berjuang menulis berita, di tengah gemuruh perang dan letupan di sana-sini. Marie juga harus berjuang melawan dirinya sendiri, yang kerap kali gelisah karena mengidap PTSD.

Penasaran seperti apa perjuangan Marie Colvin, menjadi penyambung lidah medan perang dan dunia? Lantas bagaimana dengan pergolakan batinnya? Temukan jawabannya di A Private War, yang sudah rilis di bioskop-bioskop kesayangan kamu! (*)