Michelle Tjokrosaputro, Angkat Kain Lurik ke Tingkat Dunia

0
161
Foto: Why/Nyata

Batik menjadi fokus utama desainer muda Michelle Tjokrosaputro. Berbagai ragam batik telah ia pakai untuk karya desainnya. Mulai dari batik tulis, cap ataupun batik yang dibuat mesin, menjadi bahan utama koleksinya yang bernama Bateeq.

Kali ini, Michelle mencoba melirik karya pengrajin kain lurik asal Klaten. Karyanya yang bertema “Arung” ini telah mengisi pentas di London Fashion Week Autumn/Winter, Februari lalu. Bateeq menjadi salah satu karya desainer Indonesia yang mengikuti pentas mode internasional.

Baca juga: Yuk, Contek Teknik Makeup Simpel ala Chacha Frederica

Sepulangnya dari London, Bateeq “Arung” karya Michelle mendapat sambutan meriah dari pengunjung  Senayan City, Sabtu (16/3) lalu. Sebanyak 20 koleksi Bateeq “Arung” diperagakan model di atas panggung catwalk.

”Makna “Arung” sendiri adalah untuk menyebrang, terinspirasi dari sejarah perdagangan komersial Indonesia yang akhirnya memberikan pengaruh pada jalur perdagangan di Asia Tenggara,” ujar Michelle usai pagelaran.

Baca juga: Awas Silau! 8 Style Kece Kimberly Ryder yang PD Kenakan Baju Kuning

Ketertarikan Michelle membidik batik sebagai passion-nya tidak lain karena ingin berbeda dengan fashion desainer kebanyakan.

”Saya ingin berbeda dari desainer lainnya. Mengapa batik karena kalau memilih bahan polos saja itu sudah banyak. Baju impor ternyata harganya lebih terjangkau dibanding kita yang buat di sini. Saya juga kalau jadi customer pasti berfikiran seperti itu. Jadilah batik sekaligus mengangkat karya warisan budaya Indonesia,” pungkasnya. (*)