Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner Alami Turbulensi Parah

Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner milik maskapai penerbangan Air Europa mengalami turbulensi. Foto : Reuters
Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner milik maskapai penerbangan Air Europa mengalami turbulensi. Foto : Reuters

Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner milik maskapai penerbangan Air Europa mengalami turbulensi parah pada hari Senin (1/7/2024). Sedikitnya, insiden ini mengakibatkan 30 orang terluka.

Pesawat yang membawa 325 penumpang ini terbang dari Madrid, Spanyol menuju Montevideo, Uruguay. Pesawat mengalami turbulensi saat terbang di atas Samudra Atlantik.

Hal ini memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Natal di timur laut Brasil pada Senin pukul 02:32 waktu setempat. Hal ini dikatakan operator bandara lokal Zurich Airport Brasil.

| Baca Juga : Singapore Airlines Alami Turbulensi, Satu Tewas Puluhan Lainnya Luka-luka

“Pesawat telah mendarat dengan normal dan korban luka dengan berbagai tingkat keparahan yang tercatat sudah dirawat,” kata Air Europa dalam sebuah keterangan.

Menurut Air Europa, pesawat kedua akan berangkat dari Madrid pada Senin malam waktu setempat untuk menjemput para penumpang dan melanjutkan perjalanan ke Uruguay.

Kementerian Luar Negeri Uruguay mengatakan para korban yang mengalami luka dirawat di Rumah Sakit Monsenhor Walfredo Gurgel, Natal. Mereka mengalami luka-luka lecet ringan atau trauma ortopedi.

| Baca Juga : Pesawat Korean Air Alami Turbulensi Parah, Terjun Bebas 8 KM Dalam 15 Menit

Sementara, penumpang pesawat tersebut membagikan peristiwa mengerikan itu di media sosial X. Tampak, seorang pria terjebak di bagasi atas. Kaki pria itu terlihat menyembul keluar usai terlempar akibat turbulensi.

Sementara sekelompok orang berkerumun untuk menariknya turun. Di sisi lain, suara tangisan bayi pun terdengar.

Video lainnya menggambarkan panel atas pesawat robek akibat hantaman turbulensi. Masker oksigen juga tergantung di atas kepala hingga sedikitnya satu kursi hancur.

Salah seorang penumpang, Norys, mengatakan ia pada saat itu sedang menikmati penerbangan pulang dari tur Eropa. Tak disangka olehnya, pesawat mengalami trobulensi.

“Beberapa waktu setelah itu, terjadi turbulensi yang sangat, sangat kecil, hampir tidak terasa, dan tiba-tiba pesawat jatuh dan kami semua terangkat,” kata Norys kepada media Uruguay El Observador .

“Mereka yang tidak mengenakan sabuk pengaman ikut terbang dan beberapa tetap terikat di atap,” imbuhnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here