Siswa MTs di Situbondo Tewas Dikeroyok 9 Remaja

Siswa MTs di Situbondo, Muhammad Fahri semasa hidup. (Foto: Dok. Pri)
Siswa MTs di Situbondo, Muhammad Fahri semasa hidup. (Foto: Dok. Pri)

Dipukul, Diinjak Lantas Diseret. Nasib tragis dialami siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Situbondo, Muhammad Fahri. Dia meninggal bukan karena sakit, melainkan terluka parah di bagian kepala setelah dikeroyok sembilan remaja yang semua berstatus pelajar.

Pelaku pengeroyokan siswa Mts di Situbondo itu adalah RF (15), M (17), G (16), F (15), N (17), R (15), Z (17), B (16) dan K (17). Mereka memukuli kepala, dada, perut, dan menyeret Fahri di stadion.

Fahri sempat koma saat dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Probolinggo, namun akhirnya meninggal. ”Saya menduga pengeroyokan ini awalnya dari konflik anak saya dengan RF. Karena dia ditegur anak saya karena memukul anak kecil. Sejak saat itu, RF selalu mengajak duel anak saya. Tapi anak saya tidak pernah menanggapi,” kata Nike Indah Budiarti, ibu Fahri.

| Baca Juga: Sempat Koma, Pelajar di Situbondo Jadi Korban Penganiayaan hingga Tewas

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pengeroyokan bermula saat Fahri mendapatkan pesan dari nomor yang tak dikenal. Pesan itu bernada ancaman dan menyuruhnya datang ke lapangan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.

“Chat WA nomor tak dikenal di ponsel adik itu, terkesan memancing kemarahan adik. Makanya, saya menilai adik dipancing agar marah, saya juga menilai para pelaku terkesan merencanakan untuk mengeroyok adik,” beber kakak korban, NV.

Fahri sendiri tak mengalami luka bacok di tubuh. Namun demikian, korban mengalami sejumlah luka lebam.

“Bahkan, saat itu, dari dua telinga adik mengeluarkan darah segar akibat kepalanya dibenturkan ke benda keras,” sambungnya.

Selengkapnya baca di Nyata Tabloid Print Edisi 2757, Minggu ke V Mei 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here