Dokter Tirta Ungkap Alasan Jadi Mualaf

Dokter Tirta mengungkap alasannya menjadi mualaf. Foto : Instagram/dr.tirta
Dokter Tirta mengungkap alasannya menjadi mualaf. Foto : Instagram/dr.tirta

Dokter Tirta Mandira Hudhi baru-baru ini mengungkap alasannya saat menjadi mualaf pada usia 23 tahun. Hal itu lantaran pria yang dikenal sebagai Cipeng itu mengikuti keyakinan sang ayah.

“Ya betul (mualaf) dari 2013 karena ngikutin bapak. Bapak Islam, ibuku Katolik. Jadi aku Katholik sampai aku umur 22 terus aku muslim dari umur 23 sampai sekarang,” ujar dr Tirta dikutip dari podcats PWK yang dipandu Praz Teguh.

Tirta menjelaskan keinginannya menjadi seorang muslim juga didorong perasaan tak tega terhadap sang ayah usai membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa seorang ayah muslim cenderung sulit masuk surga jika anaknya tidak beragama Islam.

| Baca Juga : Dokter Tirta Bandingkan Kasus Gofar Hilman dengan Kim Seon Ho

Dia pun bergegas konsultasi dengan seorang kiai. Setelah itu dirinya pun meyakinkan diri memeluk agama islam. “Mualaf itu langsung sorenya. Dan pada saat itu aku bilangnya biar adil aja. Separuh kehidupanku di Katholik, separuh kehidupanku di Islam,” pungkas dokter Tirta.

Keputusan itu tak membuat ibunya marah. Hanya saja, kata Tirta, pihak keluarga sempat heboh karena dikira dirinya mengikuti aliran tertentu. 

“Jadi ketika ada perdebatan di Twitter dilarang mengucapkan selamat Natal, pohon Natal, ga relate di kehidupan keluargaku. Keluargaku lebih kompleks dari itu. Keluargaku di Boyolali itu muslim semua, taat. Ketika ada perbedatan agama di Twitter, Instagram, keluargaku ga relate dengan itu,” paparnya.

| Baca Juga : Dokter Tirta Ungkap 4 Oknum yang Bantu Rachel Vennya Kabur Karantina

Tirta mengaku lahir di keluarga beda agama membuat kehidupannya sangat lekat dengan tingkat toleransi tinggi.

Ayah Dokter Tirta bersuku Jawa beragama Islam. Sedangkan ibunya adalah seorang keturunan Tionghoa beragama Katolik. 

Menurut dia, sang ibu menikah secara Islam agar pernikahannya sah. Baru setelah menikah, ibunya meyakini agama Katolik.

Mengenai adanya perdebatan soal beda agama, Dokter Tirta menyarankan agar belajar ilmu jangan setengah-setengah. Ia meminta agara orang-orang belajar ilmu agama keseluruhan baru sharing.

| Baca Juga : Ingin Olahraga Malam Hari? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Membahayakan Kesehatan

“Orang yang belajar ilmu setengah-setengah dan langsung sharing itu akan menjadi lebih sok tahu. Jadi kalau mau belajar agama carilah guru yang tepat untuk dirimu. Aku selalu menghindari, perdebatan agama. karena keluargaku dari kecil kaya gitu,” ucap Tirta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here