Cakra Khan Beli Jaket Impor, Disuruh Bayar Bea Cukai Rp21 Juta

BERBAGI CERITA: Cakra Khan. (Foto: Instagram @cakra.khan)
BERBAGI CERITA: Cakra Khan. (Foto: Instagram @cakra.khan)

Bea Cukai belakang ini menjadi sorotan lantaran memberlakukan bea masuk tinggi terhadap barang impor yang dibeli masyarakat. Hal itulah yang juga dialami penyanyi, Cakra Khan.

Pelantun Kekasih Bayangan itu mengaku baru saja membeli jaket seharga Rp6 juta. Namun, dia harus membayar Rp21 juta kepada ekspedisi karena barang tersebut tertahan di Bea Cukai.

Hal itu diungkapkan penyanyi keturunan Sunda itu lewat cuitannya di akun X pribadi. Diketahui kasus yang dialami Cakra Khan terjadi di Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta.

“Lagi musimnya masalah Bea Cukai, kemarin ke mana saja, gue sudah dua kali dan masalahnya sama, tiba-tiba didenda. Terus yang menagih buat bayar ekspedisinya kalau di kasus gue, sampai pengacara Fedex WhatsApp email gue suruh bayar. Dan gue enggak mau bayar, ngapain jaket beli Rp6 juta kudu bayar Rp21 juta. Gila,” katanya.

| Baca Juga: Cakra Khan Minta Maaf Usai Gagal Melaju di America’s Got Talent 2023

Cakra mengaku barang pesanannya itu masih tertahan di Bea Cukai hingga saat ini. Ia pun masih ditagih oleh jasa pengiriman untuk membayar cukai tersebut.

“Sampai sekarang aku masih ditagih sama Fedex dan pengacaranya. Jaketnya masih nyangkut di sana. Disuruh banding dan mengajukan keberatan yang akhirnya pasti sia-sia,” ujar Cakra.

Bea Cukai memang tengah menjadi sorotan belakangan ini. Sebelumnya terdapat tiga keluhan masyarakat terhadap Bea Cukai yang viral di media sosial.

Ketiganya adalah pembelian sepatu olahraga impor yang ditagih pajak Rp31 juta, alat belajar siswa SLB yang ditagih ratusan juta rupiah, hingga mainan untuk review milik influencer yang tertahan.

Soal pembelian sepatu olahraga impor yang ditagih pajak Rp 31 juta, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, persoalan itu tengah diselesaikan.

| Baca Juga: Gigi Hadid Pamer Liburan Seru usai Ditangkap Polisi Terkait Kepemilikan Ganja

Pihaknya telah memfasilitasi pemilik barang kepada perusahaan jasa titipan (PJT). “Case sepatu kemarin itu setelah kita fasilitasi dengan PJT, sudah kita bantu, kita selesaikan,” katanya seperti dikutip dari detikcom.

Adapun alat belajar siswa SLB yang ditagih ratusan juta rupiah, Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Gatot S. Wibowo merespons bahwa alat belajar yang dimaksud benar untuk Sekolah Luar Biasa (SLB)-A Pembina Tingkat Nasional, Jakarta. Barangnya saat ini sedang ditahan.

Kabar tersebut viral di platform X, yang mana penerima barang ditagih senilai ratusan juta rupiah untuk alat hibah pemberian perusahaan Korea Selatan, OHFA Tech.

Gatot menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak SLB dan dinas terkait agar barang tersebut memenuhi persyaratan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak.

Gatot mengklaim pihak SLB tidak melaporkan alat bantu belajar untuk tunanetra itu sebagai barang hibah. Maka dari itu, dia meminta sejumlah persyaratan dokumen. Jika terpenuhi dan alat tersebut terbukti hasil hibah, maka tagihan senilai ratusan juta rupiah akan dihapuskan.

| Baca Juga: Pertama Kali ke Selandia Baru, Nia Ramadhani Ditangkap Pihak Imigrasi

“(Tanpa biaya) iya, jika persyaratan dokumen untuk mendapatkan fasilitas pembebasan atas barang hibah sudah terpenuhi ya. Ini terus kami koordinasikan dan secepatnya bisa selesai ya,” tuturnya.

Lalu, mainan untuk review milik influencer yang tertahan di Bea Cukai, Gatot mengatakan mainan tersebut sudah diterima yang bersangkutan. Ia menyebut barang itu sudah diterima Medy pada Jumat (26/4) kemarin.

“Untuk importasi barang tersebut (mainan hadiah dari luar negeri) sudah selesai dan sudah diterima yang bersangkutan,” kata Gatot.

Gatot menjelaskan setiap barang impor yang masuk baik karena transaksi jual beli ataupun hadiah akan tetap dikenakan biaya bea masuk sesuai harga barang. Namun karena mainan yang diberikan belum dirilis, sehingga belum ada harga pasti. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here