Pesan Sinta Nuriyah, Istri Alm. Gus Dur untuk Wanita Indonesia: Momentum Untuk Merubah Mindset!

Foto: Dok. ADI WIRATMO

Perayaan Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar meriah pada Selasa (7/2) lalu di Gelora Delta Sidoarjo, menjadi momentum penting bagi Sinta Nuriyah Wahid.

Ia berharap tak hanya sekadar pengingat namun adanya perubahan mental dan mindset bagi masyarakat. Sebab akhir-akhir ini, ia sangat prihatin tentang banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan yang dialami oleh anak-anak di lingkungan pesantren.

“Momentum untuk merubah mindset, untuk bangkit kembali itu tidak gampang. Seperti yang kita saksikan sekarang saja banyak penelantaran dan pembunuhan terhadap anak-anak. Kasus pelecehan seksual yang mana dilakukan di tempat yang seharusnya di hormati, guru-guru dan kiai-kiai yang melakukan itu. Apakah itu tidak mengerikan? Itu yang seharusnya menjadi momentum untuk merubah mental rakyat Indonesia,” ujarnya saat ditemui Nyata di kawasan Candi, Sidoarjo pada Senin (6/2) lalu.

Aktivitas Sinta Nuriyah Wahid tak bisa dipisahkan dengan suaminya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kiprahnya sebagai tokoh wanita semakin dikenal saat menjadi Ibu Presiden ke-4 RI. Kesibukannya tak jauh sebagai aktivis, pemikir, hingga ketua PBNU.

|Baca Juga: Miris! Mahasiswi Surabaya Melahirkan Bayi Ayah Kandung

Foto: Dok. ADI WIRATMO

Meskipun suaminya telah meninggal dunia. Ia tetap konsisten menyuarakan hak asasi manusia, pemberdayaan perempuan, hingga kebebasan beragama lewat Nahdlatul Ulama. Kontribusinya dalam memajukan perempuan NU (Nahdlatul Ulama) patut diacungi jempol. Bahkan kini semakin banyak perempuan NU maju dan sukses dikancah nasional.

“Sekarang banyak perempuan NU yang melek teknologi, pendidikannya juga tinggi. Banyak yang menjadi doktor dalam bidang apapun, bahkan pemimpin (Gubernur seperti ibu Khofifah),” ungkapnya.

|Baca Juga: Keajaiban di Tengah Gempa Turki-Suriah, Banyak Anak Terselamatkan dari Reruntuhan Bangunan

Di usia 74 tahun, ia juga masih aktif mengurus Yayasan Puan Amal Hayati serta penyusunan buku. Bersama Yayasan yang didirikannya pada tahun 1999 itu, ia masih setiap memberikan program konseling dan advokasi untuk perempuan-perempuan korban kekerasan. “Karena puan itu adalah pesantren khusus pemberdayaan perempuan, sebagai shelter untuk mengamankan para korban agar jauh dari pelaku,” katanya.

Baca selengkapnya wawancara Eksklusif bersama Sinta Nuriyah, Tentang Gus Dur, Gaya Hidup dan Kekerasan di Pesantren. Hanya di Nyata Edisi 2690.

Surabaya:
ShopeeTokopedia: Nyata Store Official

Untuk berlangganan: 082131583223
Happy Reading!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here