Dispatch Bongkar Rahasia Lee Soo Man yang Rugikan SM Entertainment Selama 23 Tahun

Foto: Dok. Theo Wargo/AFP/Getty Images

Media Korea Selatan, Dispatch, menuding Lee Soo Man melakukan penggelapan dana, manipulasi dan pengambilan keuntungan yang tidak benar pada Jumat (17/2) lalu. Dispatch juga menuding eksekutif SM Entertainment, perusahaan milik Lee Soo Man, mengetahui hal ini.

Hal ini bermula pada tahun 1999. Dimana pada saat itu SM Entertainment tengah memulai persiapan untuk IPO (penawaran saham perdana) di KOSDAQ. Namun, pada saat itu, persyaratan untuk perusahaan yang akan go public adalah memiliki modal lebih dari Rp11,7 miliar. Yang mana SM Entertainment pada saat itu tidak memenuhi persyaratan karena hanya mempunyai Rp585 juta saja.

Oleh karena itu Lee Soo Man selaku CEO menyusun rencana untuk meningkatkan modal dengan menerbitkan saham baru. Ia mengambil sejumlah uang sebesar Rp10,5 miliar dari dana SM Entertainment dan sejumlah Rp2,9 miliar dari SM Enterprise. Uang ini kemudian ia gunakan untuk membayar saham baru, sehingga ‘meningkatkan’ modal yang dimiliki SM Entertainment dengan dananya sendiri.

Pada bulan Maret tahun 2000, Lee Soo Man memiliki saham sebesar 66,9% di SM Entertainment. Ayahnya memiliki 4% dan ibunya memiliki 3,3%. Pada bulan April tahun 2000, SM kemudian melakukan penawaran umum mereka.

Pada bulan Juni tahun 2000, SM Entertainment memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp2 triliun. Hanya dalam satu tahun, Lee Soo Man mengambil sekitar Rp13 miliar dari dana SM Entertainment dan mengubahnya menjadi Rp1 triliun.

Melansir dari allkpop, pada Januari 2003 nama Lee Soo Man sempat tertulis dalam daftar buronan milik Interpol. Pada bulan Mei di tahun yang sama, CEO SM Entertainment tersebut diadili dan dinyatakan bersalah atas penggelapan dana dan menerima hukuman 2 tahun penjara, ditangguhkan dengan masa percobaan 3 tahun.

|Baca Juga:Diduga Jadi Pelaku Penggelapan Dana, Mantan Pacar Park Min Young Ditangkap!

‘Dispatch’ Ungkap Lee Soo Man Lakukan Penggelapan Dana dan Manipulasi Kontrak Selama 23 Tahun. Foto: Dok. allkpop

Selama persidangan, kala itu pengadilan menyimpulkan bahwa Lee Soo Man menggelapkan dana perusahaan sebesar Rp13 miliar dan menggunakannya untuk membeli saham.

“Tanpa bukti modal yang sebenarnya, Lee Soo Man menggunakan modal palsu untuk membeli saham dan berpura-pura seolah-olah modal perusahaan meningkat. Karena keseriusan kejahatan ini, terdakwa harus menghadapi hukuman,” putus hakim kala itu.

Namun, kuasa hukum sang CEO berusaha membelanya dengan mengklaim bahwa keputusan untuk menginvestasikan dana perusahaan pada saham baru telah disetujui oleh dewan direksi. Ia juga mengatakan bahwa sang produser secara langsung mengembalikan dana yang dipinjam.

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang diungkapkan oleh seorang mantan direktur SM Entertainment. Pada Jumat (17/2), seorang wartawan menanyakan perihal ini kepadanya. Ia kemudian mengkonfirmasi bahwa yang dinyatakan oleh kuasa hukum Lee Soo Man adalah kebohongan belaka.

“Dia menggunakan modal palsu untuk membayar saham agar perusahaan dapat go public. Tidak ada persetujuan dari dewan direksi karena tidak ada rapat dewan direksi untuk membahas masalah ini,” tuturnya.

Ia juga kemudian mengungkap bila catatan nomor rapat yang digunakan kala itu dibuat setelahnya. Yang mana sebagian besar prosedur dilakukan oleh tim kuasa hukum Lee Soo Man.

“Lee Soo Man adalah dalang di balik semua ini. Dia hanya mengembalikan dana yang dipinjam setelah penyelidikan polisi dimulai,” timpalnya lagi.

Sementara itu, pada tahun 2001, Lee Soo Man menjual sekitar Rp11,7 miliar dari sahamnya. Di tahun yang sama ibunya juga menjual sahamnya dengan jumlah yang kurang lebih sama. Pada tahun 2005, ayah dari sang CEO menjual seluruh sahamnya di SM Entertainment senilai sekitar Rp63 miliar. Setelahnya, Lee Soo Man juga ikut menjual sebagian sahamnya senilai Rp122,9 miliar, menyisakan saham sebesar 43,87% di perusahaannya tersebut.

Dengan cara yang sama, Lee Soo Man terus mendapatkan kekayaan dengan menjual sahamnya setiap kali nilai saham SM Entertainment mencapai puncaknya. Dari tahun 2002 hingga 2005, ia menghasilkan Rp124 miliar melalui penjualan sahamnya.

Segera setelah itu, SM Entertainment memprakarsai peningkatan modal dengan mengalokasikan saham baru kepada para pemegang sahamnya, yang berarti bahwa Lee Soo Man akan mendapatkan kembali saham sebanyak yang ia jual. Dengan cara yang sama, Lee Soo Man kembali mendapatkan Rp91 miliar dengan menjual saham pada tahun 2010, kemudian mendapatkan Rp207 miliar pada tahun 2012.

|Baca Juga:Terseret Kasus Penggelapan Dana Mantan Pacar, Park Min Young Dilarang ke Luar Negeri

Dengan itu, Dispatch menuding bahwa pendiri SM Entertainment tersebut telah menghasilkan lebih dari Rp8,7 triliun dalam 23 tahun terakhir sejak SM pertama kali melakukan penawaran umum. Namun, pada 2021 SM Entertainment mencatat laba operasional tahunan sebesar Rp865,9 miliar, bahkan ketika penjualan mencapai puncaknya di angka Rp4,8 triliun. Lee Soo Man dibayar Rp281,4 miliar untuk biaya produksi saja kala itu.

Pada akhirnya, media korea menyimpulkan bahwa sudah waktunya bagi SM Entertainment untuk berada di bawah manajemen yang tepat, bebas dari keserakahan Lee Soo Man, tetapi juga bebas dari dewan eksekutif yang sama yang “dengan sengaja menyaksikan Lee Soo Man memanipulasi berbagai urusan internal semaunya sendiri”. *via/ika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here