Bahaya Filler Bibir Kupu-Kupu yang Sedang Digandrungi Seleb Hollywood

Foto: Dok. Instagram @katieprice

Belakangan ini, banyak bermunculan tren filler bibir berbentuk kupu-kupu yang pada Kamis (9/2) lalu telah dijalankan oleh selebriti, Katie Price. Dirinya mengunggah beberapa foto hasil perawatan kecantikan di Instagram pribadinya. Sontak hal itu mengundang respon dari dokter ahli. Sang dokter kemudian membeberkan beberapa resiko dilakukannya filler bibir kupu-kupu ini. Apa sajakah itu?

Ternyata resiko melakukan filler bibir kupu-kupu ini cukup berbahaya lho. Dilansir dari DailyMail, Dr. Mohamed Hamed yang merupakan seorang ahli dan juga pemilik dari klinik Harley Street, menyebutkan bahwa tren ini adalah tren yang berbahaya. Filler bibir ini, diungkapnya memiliki hasil yang tidak dapat diprediksi, memiliki resiko infeksi yang tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.

|Baca Juga:Katie Price Ternyata Pernah Dirampok dan Diperkosa di Afrika Selatan

Foto: Dok. Instagram @dr.motox

Filler bibir ini mempunyai resiko yang berbahaya dan praktisi manapun yang mempunyai reputasi baik tidak akan mau melakukan prosedur ini,” kata Dr. Hamed. Ia menekankan kalau prosedur ini tidak akan pernah ditawarkan oleh praktisi yang baik.

Dr. Hamed kemudian melanjutkan bahwa orang yang melakukan prosedur ini mustilah hanya ingin meraup banyak keuntungan saja.

“Perawatan yang aku lakukan di klinik telah melalui penelitian selama bertahun-tahun, tetapi di sini seseorang telah mencoba mengubahnya menjadi tampilan yang diinginkan hanya untuk menghasilkan uang dari orang-orang. Ini sangat tidak etis,” ucapnya.

Untuk mencegah tren filler bibir kupu-kupu ini semakin menyebar, Dr. Hamed kemudian beberkan segala potensi resiko yang dapat terjadi jika tetap melakukannya.

Sang dokter menjelaskan, dalam kasus Katie, prosedur yang dijalankan sangatlah berbahaya dan tidak higienis. Potensi komplikasi saat bibir disuntik dengan filler, yang merupakan cairan asam hialuronat, filler tersebut dapat berpindah-pindah atau mungkin berpindah tempat.

Praktisi yang melakukan filler pada bibir Katie menggunakan dissolver, yang biasanya digunakan untuk memecah filler, untuk memanipulasi filler yang ada di bibirnya. Setelahnya ia akan menambahkan dissolver lebih banyak lagi dan menggunakan plester bedah untuk mempertahan bentuk bibir Katie yang montok.

Namun, Dr. Hamed menyatakan bahwa dissolver memakan waktu 72 jam untuk berkembang dan tak mungkin memprediksi di mana dissolver ini akan menyebar. Yang berarti bentuk akhir dari bibir yang disuntik dissolver tadi tak akan diketahui tampilan pastinya dalam waktu dua minggu.

Hal ini menurut sang dokter sangat membahayakan. Karena pada umumnya, jika terjadi tanda komplikasi maka filler segera dilarutkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Tapi, pada kasus filler bibir kupu-kupu ini, sang praktisi sudah memasukkan cairan ke dalam bibir sehingga menutupi tanda-tanda komplikasi yang muncul, dimana ini bisa sangat berbahaya.

“Dalam jangka panjang, filler ini akan berpindah lagi sehingga menghilangkan tujuan dari perawatan ini. Pada akhirnya dia akan membutuhkan semua filler dilarutkan, membiarkannya mengendap dan mengisinya kembali,” lanjut Dr. Hamed.

Hal ini akan berefek fatal pada bibir. Karena semakin sering bibir diisi filler, semakin banyak diisi, bibir akan kehilangan elastisitasnya dan tidak akan sama lagi.

|Baca Juga:Katie Price Pamer Payudaranya yang Telah 14 Kali Dioperasi. Seperti Apa?

Penggunaan dissolver dan filler bibir kupu-kupu ini tidak dapat diubah dan menyebabkan perubahan jangka panjang. Ini berbanding terbalik dengan penggunaan filler dan botox pada umumnya yang dapat dibalik atau dikembalikan ke semula.

Selain resiko bibir kehilangan elastisitas atau perubahan jangka panjang, penggunaan plester bedah dalam kasus Katie sangatlah tidak higienis. Lokasi sekitar mulut merupakan salah satu lokasi yang paling tidak higienis. Menempelkan plester bedah di sekitarnya akan menyimpan bakteri, darah yang kemudian beresiko terkena infeksi dalam bibir yang berbahaya dan berpotensi akan menyebar. *via/ika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here