9 Hari Tertimbun Reruntuhan Bangunan, Ibu dan Dua Anaknya Berhasil Selamat dari Gempa Turki

Foto: Dok. Anadolu Agency/Getty Images

Seorang ibu dan dua anaknya yang masih kecil ditemukan selamat di Turki setelah bertahan hidup selama sembilan hari di bawah reruntuhan. Ketiga korban tersebut ditemukan saat rekaman drone menunjukkan Kota Hatay, Turki yang telah hancur lebur.

Ela adalah nama dari wanita tersebut. Ia bersama kedua anaknya diselamatkan di Hatay, yang merupakan salah satu dari 10 provinsi di selatan Turki yang terkena gempa bumi pada Senin (6/2) lalu. Ela dan kedua anaknya berada di bawah reruntuhan selama 228 jam sebelum berhasil diselamatkan.

Sebuah rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan puluhan petugas penyelamat bekerja untuk menyelamatkan keluarga tersebut. Dimana mereka berada tepat di lokasi salah satu bangunan runtuh yang menimpa mereka.

Setelah berhasil diselamatkan, kedua anak Ela dibalut dengan hati-hati menggunakan selimut kemudian diangkat dengan tandu. Keduanya kemudian segera dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Penyelamatan ajaib ini terjadi setelah seorang ayah dan putrinya, yang berusia 15 tahun, dan seorang wanita berusia 42 tahun berhasil diselamatkan dalam semalam. Para petugas yang berada di sekitar tempat itu pun segera bersorak-sorak penuh sukacita dan kelegaan.

|Baca Juga:Potret Haru 16 Bayi yang Diselamatkan dari Gempa Turki-Suriah

Meskipun sudah satu minggu berlalu sejak bencana terjadi, skala sebenarnya dari gempa tersebut masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, rekaman drone dari Hatay, Turki memberikan gambaran tentang kehancuran yang terjadi.

Drone tersebut terbang di atas puluhan tumpukan puing-puing yang dulunya merupakan apartemen bertingkat. Rekaman tersebut juga menunjukkan para petugas penyelamat melanjutkan upaya mereka untuk menemukan korban.

Dari rekaman drone itu, terlihat bahwa seluruh lingkungan telah rata dengan tanah. Yang mana menunjukkan keputusasaan untuk menemukan korban.

Dilansir dari DailyMail, sebelumnya, Seher, 15 tahun, kelahiran Suriah, dan ayahnya Faez Ghanam, berhasil diselamatkan di Hatay, Turki pada Selasa (14/2) lalu. Keduanya diselamatkan sekitar 210 jam setelah gempa pertama mengguncang Turki dan Suriah.

Sebuah rekaman menunjukkan kondisi Seher dan Faez setelah diselamatkan dari bawah reruntuhan. Mereka dibawa dari bawah reruntuhan rumah mereka dengan tandu, ditutupi dengan kertas timah berwarna emas. Seher mengenakan masker oksigen di hidung dan mulutnya, sementara kepalanya ditopang oleh seorang penyelamat.

Sementara itu, jumlah korban tewas di Hatay, Turki, telah mencapai lebih dari 41.000 orang. Selain itu, tak sedikit penyintas bertahan dalam suhu musim dingin yang nyaris membeku, karena kehilangan tempat tinggal akibat kehancuran di kota-kota di Turki dan Suriah.

Selain kedua ayah dan anak tersebut, seorang wanita berusia 77 tahun bernama Fatma Gungor juga diselamatkan dari reruntuhan blok apartemen tujuh lantai di kota Adiyaman.

Mengenakan masker oksigen, ditutupi selimut foil emas dan diikat ke tandu, Gungor dibawa oleh petugas penyelamat ke ambulans yang sudah menunggu, seperti yang ditunjukkan oleh lembaga penyiaran negara TRT.

Penilaian kerusakan bangunan, yang puluhan ribu di antaranya hancur, akan selesai dalam seminggu dan rekonstruksi akan dimulai dalam beberapa bulan, kata Presiden Erdogan.

“Kami akan membangun kembali semua rumah dan tempat kerja, yang hancur atau tidak dapat dihuni akibat gempa, dan menyerahkannya kepada pemiliknya yang sah,” tambahnya.

|Baca Juga:Keajaiban di Tengah Gempa Turki-Suriah, Banyak Anak Terselamatkan dari Reruntuhan Bangunan

Presiden Erdogan juga mengatakan lebih dari 105.000 orang terluka akibat gempa. Dengan lebih dari 13.000 orang masih dirawat di rumah sakit.

“Kami menghadapi salah satu bencana alam terbesar tidak hanya di negara kami, tetapi juga dalam sejarah kemanusiaan,” ucapnya.

Presiden Erdogan juga membeberkan bahwa lebih dari 2,2 juta orang telah meninggalkan daerah-daerah yang paling parah terdampak dan ratusan ribu bangunan menjadi tidak dapat dihuni.

Ia mengakui adanya masalah dalam respon awal terhadap gempa berkekuatan 7,8 SR yang terjadi pada Senin (6/2) lalu, namun ia mengatakan bahwa situasi saat ini sudah terkendali. *via/ika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here