Ratu Larang Harry-Meghan Manfaatkan ‘Sussex Royal’ untuk Jualan

kerajaan brand keputusan-ratu-elizabeth-pangeran-harry-meghan-markle-mundur
Foto: Hello Magazine

Pangeran Harry dan Meghan Markle menerima sederet konsekuensi setelah mundur sebagai anggota senior Royal Family. Mulai dari gelar HRH (Her/His Royal Highness – Yang Mulia) yang dicabut, hingga tidak lagi mendapatkan tunjangan dari Sovereign Grant sebesar Rp 3 miliar per bulan.

Tak cukup di situ saja, baru-baru ini dikabarkan ada satu lagi konsekuensi yang harus diterima Harry-Meghan. Seperti dilansir dari Daily Mirror, Ratu Elizabeth II melarang mereka menggunakan ‘Sussex Royal’ sebagai brand mereka untuk jualan.

Padahal Duke dan Duchess of Sussex telah menghabiskan ribuan dollar untuk membuat website Sussex Royal dan berkeinginan untuk mendaftarkannya sebagai merek dagang mereka.

Kini kabarnya pasangan yang sudah dikaruniai seorang putra itu bingung dan masih memikirkan soal brand yang akan mereka gunakan. Mereka setuju untuk tak lagi menggunakan ‘Sussex Royal’.

Baca juga: Menyusuri Kemegahan Istana Kensington yang Ditinggali Kate Middleton

Sebelumnya People melaporkan bahwa Pangeran Harry dan Meghan Markle telah melakukan berbagai diskusi untuk menggunakan kata ‘Royal’ dalam brand mereka. Diskusi tersebut lebih berfokus pada penggunaan kata tersebut untuk organisasi non-profit mereka.

“Karena Duke dan Duchess of Sussex mundur sebagai anggota senior Royal Family dan akan hidup mandiri secara finansial, penggunaan kata ‘royal’ dalam konteks ini perlu untuk dibicarakan. Diskusinya pun masih terus berjalan,” kata seorang narasumber kepada People.

“Sebagai proses transisi Duke dan Duchess of Sussex untuk menjalani hidup baru, segala perencanaan sudah dirancang sedemikian rupa dan mereka akan segera meluncurkan organisasi non-profitnya. Untuk detailnya akan segera dibagikan,” tambah narasumber tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here