Praperadilan Pegi Setiawan, Polda Jabar Tolak Semua Gugatan

SIDANG PRAPERADILAN: Kombes Pol Nurhadi Handayani dan Pegi Setiawan. (Foto : Instagram/polresbanjar_jabar)
SIDANG PRAPERADILAN: Kombes Pol Nurhadi Handayani dan Pegi Setiawan. (Foto : Instagram/polresbanjar_jabar)

Dalam sidang praperadilan, pihak Pegi Setiawan menyebut ada kejanggalan dan kekeliruan atas penetapan tersangkanya dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon. Hal itu justru dibantah oleh Polda Jawa Barat.

Bahkan, Pihak Polda Jawa Barat menyampaikan penolakannya terhadap semua gugatan praperadilan yang dilayangkan pihak Pegi Setiawan.

Polda Jabar memastikan seluruh proses penetapan tersangka terhadap Pegi Setiawan sudah dilakukan berdasarkan prosedur penyelidikan.

| Baca Juga : Temukan Banyak Kejanggalan, Pegi Setiawan Optimis Bakal Bebas

“Bahwa termohon menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil yang disampaikan oleh pemohon dalam permohonan praperadilan, kecuali terhadap apa yang termohon akui kebenarannya,” kata tim hukum yang dikepalai Kabidkum Polda Jabar Kombes Nurhadi ketika membacakan jawaban atas gugatan praperadilan Pegi Setiawan, Selasa (02/07).

Nurhadi menyatakan gugatan praperadilan Pegi Setiawan telah memasuki pokok perkara. Sehingga, beberapa poin yang dibacakan pihak Pegi dalam praperadilan telah memenuhi aspek formil proses penyidikan perkara.

“Yaitu, apakah ada paling sedikit dua alat bukti yang sah dan tidak memasuki materi perkara. Sehingga terhadap permohonan praperadilan, hanya memeriksa dan menilai aspek formal terhadap penetapan tersangka yang dilakukan oleh pemohon,” ungkapnya.

“Penetapan tersangka terhadap Pegi Setiawan di kasus pembunuhan Vina dan Rizky di Cirebon pada 2016, sudah sesuai dengan alat bukti yang sah. Penyidik mengeluarkan surat tugas tanggal 19 Mei 2024 dan surat perintah penyidikan lanjutan tanggal 27 Mei 2024,” ucapnya kembali.

| Baca Juga : Praperadilan Pegi Setiawan, Disebut Ada Kekeliruan Penetapan Tersangka

Tim Hukum Polda Jabar menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan kasus tersebut dan menggelar perkara sebelumnya. Penyidik juga mendapatkan 2 alat bukti yang menjadi dasar sahnya penetapan Pegi sebagai tersangka dalam kasus Vina Cirebon.

“Termohon telah melakukan penangkapan pada Selasa 21 Mei 2024, setelah ditangkap termohon langsung melakukan pemeriksaan terhadap Pegi dengan status sebagai tersangka pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang atas perubahan UU RI Nomor 34 Tahun 2002 tentang perlindungan dan atau Pasal 340 dan atau Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP,” paparnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here