Praperadilan Pegi Setiawan, Disebut Ada Kekeliruan Penetapan Tersangka

KEMUNGKINAN BEBAS: Potret wajah Pegi Setiawan yang berhasil diamankan polisi sebagai pelaku buron pembunuhan Vina Cirebon. (Foto: Istimewa)
KEMUNGKINAN BEBAS: Potret wajah Pegi Setiawan yang berhasil diamankan polisi sebagai pelaku buron pembunuhan Vina Cirebon. (Foto: Istimewa)

Pegi Setiawan yang diduga sosok di balik kematian Vina Dewi dan Muhammad Rizky Rudiana alias Eky, kini menjalani praperadilan atas penetapan statusnya sebagai tersangka kasus Vina Cirebon.

Sebelumnya, Pihak Pegi telah melayangkan permohonan praperadilan kepada Pengadilan Negeri (PN) Bandung guna menemui titik terang. Pihak Polda Jawa Barat pun memenuhi panggilan tersebut.

Kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM mengungkapkan bahwa praperadilan penetapan tersangka terhadap kliennya bertujuan untuk membuktikan hal penting mengenai kesalahan Polda Jabar.

| Baca Juga : Hotman Paris Yakin Pegi Setiawan Akan Bebas, Ini Penyebabnya

Toni turut menyinggung kejanggalan pada daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky yang terjadi pada 2016 silam. Menurutnya, Pegi Setiawan yang telah diamankan oleh pihak Polda Jabar bukanlah Pegi Perong yang tercantum di dalam DPO yang telah diterbitkan sebelumnya.

“Alat bukti yang kami ajukan bahwa DPO berbeda dengan Pegi setiawan. Kami mempunyai penetapan DPO yang diumumkan oleh Polda Jawa Barat, tiga orang, Andi, Dani dan Pegi alias Perong,” kata Toni RM setelah persidangan Praperadilan di PN Bandung dilansir, Selasa (2/7).

Toni menyebut penetapan tersangka Pegi Setiawan tidak sesuai dengan DPO yang dirilis Polda Jabar. Melihat hal tersebut, pihaknya akan menggunakan ketidaksesuaian tersebut sebagai alat bukti di persidangan.

| Baca Juga : Kuasa Hukum Vina Cirebon Minta Penetapan Tersangka Pegi Dikaji Ulang

Tidak hanya itu, Toni juga beranggapan kalau hal tersebut sangatlah berbeda dan menunjukkan keanehan yang terlihat jelas. 

“Sudah jelas kami akan jadikan bukti, bahwa DPO nya itu adalah Pegi alias Perong dengan ciri-ciri rambutnya keriting, tinggi 160, tinggalnya di Banjar Wangun,” tegasnya. 

Selain itu, Tony menerangkan, klienya itu berbeda dengan orang yang dianggap sebagai DPO oleh pihak Polda Jabar. Hal itu merujuk pada ciri-ciri yang disebarkan sebelumnya.  

“Yang ditangkap ini, Pegi Setiawan rambut tidak keriting, tapi lurus. kemudian dalam umurnya juga, DPO itu 30 tahun, di tahun 2024. Dan pegi setiawan saat ini berumur 28 saat di tangkap,” paparnya. 

Toni menjelaskan pihaknya telah melampirkan gugatan praperadilan dengan berkas 35 halaman terkait pembelaan Pegi Setiawan.  

“Nah, kami jelaskan secara keseluruhan, permohonan praperadilan kami, ada 35 halaman,” katanya. 

Di sisi lain, Polda Jabar juga dinilai terlalu terburu-buru ketika menetapkan Pegi Setiawan sebagai tersangka. Sebab menurutnya penetapan itu tidak didukung dengan barang bukti yang jelas.

| Baca Juga : Pengakuan Ibunda Pegi, Anaknya Ditangkap Atas Kasus Vina Cirebon

“Pada poinnya mempersoalkan, pertama pada setiap kompers Polda Jabar selalu mengatakan penangkapan Pegi Setiawan adalah DPO, putusan pengadilan yang sudah ingkrah, maka kami menyampaikan dalam praperadilan ini pertama adalah penangkapan itu seharusnya seseorang ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu,” ucapnya. 

“Tapi nyatanya Pegi Setiawan ditangkap statusnya belum tersangka. Tanggal 21 Mei pukul 10.00 pagi dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka 21 Mei juga. Artinya pada saat ditangkap, seharusnya sudah menjadi tersangka dan sudah ada alat bukti, alat formula yang cukup sehingga penetapan pegi setiawan sebagai tersangka,” ujar Toni. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here