Kelewat Berani! Lily Collins Ternyata Pernah Merebut Bunga Putri Diana dan Lempar Pangeran Charless dengan Handphone

lily collins
Dok. Instagram Lily Collins

Pemeran utama Emily In Paris, Lily Collins mengungkapkan bahwa ia pernah sedekat itu dengan mendiang Putri Diana. Wanita 29 tahun tersebut menggali memori masa kecilnya ketika ditanya oleh James Corden dalam acara The Late Late Show, (5/1) lalu.

Saat disodorkan foto masa kecilnya dengan mendiang Putri Diana, Lily berusaha menjelaskannya. “Saya memberi (Putri) Diana bunga, tetapi begitu ia mengambilnya aku menariknya kembali,” katanya antusias.

Ternyata, ia masih ingat betul apa yang terjadi 27 tahun lalu, tentu berkat bantuan cerita dari kedua orang tuanya. Lily pun mengaku bahwa apa yang terlihat di foto bukanlah satu-satunya. 

“Saya juga diberitahu waktu masih kecil dulu saya bermain dengan beberapa barang milik Pangeran Charles dan saya mulai melemparkan sesuatu ke arahnya, lebih tepatnya melempar telepon mainan ke kepalanya,” ujar anak Phil Collins.

| Baca juga: Miris! Golden Globe 2022 Digelar Tanpa Red Carpet, Tanpa Seleb Hollywood dan Penuh dengan Skandal

Saat itu usianya sekitar dua tahunan, bergaul dengan keluarga kerajaan Inggris adalah hal biasa. James pun penasaran tentang seberapa dekat ia dengan anggota Istana Buckingham.

Lily Collins menjawab rasa penasaran itu dan berkata bahwa ayahnya adalah musisi (penyanyi dan drummer) band rock Genesis, telah melakukan banyak hal untuk Prince’s Trust, badan amal milik Pangeran Charless. Apalagi ia pernah dibesarkan di Inggris.

Istri Charlie McDowell itu memang memiliki darah campuran Inggris-Amerika. Ayahnya Phil Collins adalah musisi kenamaan yang pernah meraih piala Oscar atas original soundtrack Tarzan oleh Walt Disney.

lily collins show
Dok. The Late Late Show

| Baca juga: Zac Efron Unggah Foto Transformasinya Jadi Pembunuh Berantai

Darah dunia hiburan dan showbiz The Collins mengalir deras ke dirinya. Sejak usia dua tahun ia sudah membintangi serial TV di BBC yang berjudul Growing Pains. Masa remaja ia habiskan untuk mengirim tulisan ke majalah Seventeen, Teen Vogue dan Los Angeles Time.

Ia melanjutkan keterampilan menulisnya, mendaftar kuliah di South California University untuk memperdalam dunia jurnalistik dan penyiaran. Tahun 2017, buku pertamanya rilis dan diberi judul Unfiltered: No Shame, No Regrets, Just Me. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here