Kebenaran di Balik Rumor Kematian Olivia Newton-John

0
122
olivia-newton-john
Foto: CNN

Bintang Grease nan legendaris, Olivia Newton-John didiagnosa kanker untuk kali ketiga. Cukup menyedihkan memang, tapi itu berita beberapa bulan lalu. Kabar terbarulah yang mungkin lebih menyedihkan. Olivia dikabarkan meninggal.

Tapi untung itu hanya rumor, karena Olivia masih sehat. Pemeran Sandy itu berujar jika rumor tersebut sangat keterlaluan. Dia pun merilis video di Twitter.

Happy New Year semuanya, ini Olivia Newton-John. Cuma mau bilang kalau rumor kematian saya sangat keterlaluan,” ujarnya.

Saya baik-baik saja, masih hidup dan berdoa semoga kalian makin bahagia, makin sehat di 2019 ini. Terima kasih untuk semua cinta dan dukungan yang luar biasa buat saya dan Pusat Kesehatan Kanker Olivia Newton-John di Melbourne, Australia. Terima kasih banyak. Happy New Year,” imbuhnya.

Baca juga: Hebat! Jennifer Lopez Garap Video Klip Bareng Sang Putri

Kabar kematian Olivia beberapa hari ini, cukup merebak di dunia maya. Meski sudah dibantah, namun tetap saja ramai. Sebelumnya keponakannya, Tottie Goldsmith dan manajemennya sudah membantah rumor itu.

Hanya mau kasih tahu kalau Livvy (sapaan Olivia) dalam keadaan sehat. Jadi mari kita tinggalkan desas-desus yang menyedihkan ini,” kata Tottie.

Kami berulang kali mengabarkan jika saat ini kondisinya makin baik. Namun orang-orang hanya percaya sesuatu yang dramatis,” tulis manajer media sosial Olivia kepada The Herald Sun.

Baca juga: Waduh! Chris Brown Terancam Dipenjara Gara-gara Monyet

Olivia Newton-John kali pertama didiagnosa kanker payudara pada 1992. Sebelas tahun kemudian dia kembali didiagnosa, namun kali ini area bahunya. Tahun kemarin dia kembali didiagnosa.

Saat itulah perwakilannya menyebutkan, jika saat ini Olivia menggunakan terapi alternatif yaitu minyak ganja. Suami Olivia, John Easterling menanam ganja secara legal, di peternakan mereka di California untuk terapi itu.

Pengalaman perdana didiagnosa, Olivia langsung membangun Olivia Newton-John Cancer Research Institute di dekat Melbourne. Dia pun menulis buku Don’t Stop Believin’, yang rilis Maret mendatang. (*)