Menteri Lingkungan Hidup Maladewa Ditangkap, Diduga Kirim Santet ke Presiden

Ilustrasi Ilmu Hitam (Foto : Gettyimages)
Ilustrasi Ilmu Hitam (Foto : Gettyimages)

Pihak kepolisian Maladewa telah menahan dua menteri yang masih menjabat karena diduga mengirim santet ke Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu.

Dikutip dari laman Straits Times, Menteri Lingkungan Hidup Maladewa, Fathimath Shamnaz Ali Saleem dan pejabat Kantor Presiden sekaligus mantan suami Saleem, Adam Rameez telah ditangkap pada, Minggu (30/05) lalu. 

| Baca Juga : Sinopsis The Whirlwind Netflix, Kisah Pembunuhan Presiden

Fathimath diduga telah menyantet Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, lantaran menginginkan posisi yang lebih tinggi. 

Selain Fathimath dan mantan suaminya, polisi juga telah mengamankan dua orang lainnya di kawasan ibu kota Male atas dugaan yang sama. 

Tidak hanya itu, polisi menyergap rumah Shamnaz serta menyita beberapa barang bukti yang diduga digunakan sebagai ritual ilmu hitam.

Dilansir dari WION News, keempat orang telah ditahan selama tujuh hari dan diberhentikan sementara (diskors) dari jabatannya pada Rabu (26/6/2024). 

Meskipun pihak kepolisian telah mengamankan empat orang, namun mereka masih menolak untuk memberikan keterangan mengenai penangkapan maupun dugaan mengirim santet ke Presiden Maladewa. 

| Baca Juga : Marak Pembunuhan, Kamar Mayat di Ekuador Kehabisan Tempat

Tidak jauh berbeda dengan pihak kepolisian, pemerintah maupun pihak dari kantor kepresidenan Maladewa juga belum memberikan keterangan apapun secara resmi terkait penangkapan dua menterinya.

Sebatas informasi, santet maupun ilmu sihir sendiri tidak termasuk dalam tindak pidana berdasarkan hukum pidana yang berlaku di Maladewa. Namun, pelaku yang menggunakan ilmu sihir dapat diancam dengan hukuman enam bulan penjara berdasarkan hukum Islam di Maladewa.

Ilmu sihir, atau santet di negara Maladwa dapat dikenal dengan nama fandita atau sihuru. Fandita atau sihuru adalah sebuah kepercayaan yang telah tersebar luas di Maladewa, meskipun dianggap sebagai pelanggaran serius menurut hukum Islam. 

| Baca Juga : Mirip Kasus Vina, Pembunuhan di Ponorogo Direkayasa Jadi Kecelakaan

Dalam kepercayaan tersebut, pihak yang melakukan ritual akan berusaha untuk memenangkan hati juga merugikan lawan mereka. Penangkapan pejabat terkait kasus dugaan “santet” bukan pertama kali terjadi di Maladewa. 

Pada 2016 lalu, ilmu hitam juga diduga telah digunakan untuk mensabotase saingan Presiden Maladewa kala itu, Abdulla Yameen Abdul Gayoom. 

Selama pemilu berlangsung, para pembantu Gayoom menguburkan kelapa dan juga telur selama ritual di lokasi-lokasi penting seperti pemakaman di ibu kota Male. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here