Kasus Penembakan di Film Rust, Alec Baldwin Akan Segera Disidang

Alec Baldwin ditampilkan duduk di gereja tempat Halyna Hutchins ditembak, pada produksi
Alec Baldwin ditampilkan duduk di gereja tempat Halyna Hutchins ditembak, pada produksi "Rust" yang digunakan di pengadilan. (Foto: Pengadilan New Mexico)

Hakim di New Mexico memutuskan untuk menolak permintaan pembatalan tuduhan pembunuhan tidak disengaja, yang dilakukan aktor Alec Baldwin, pada tahun 2021 lalu. Hakim Mary Marlowe Sommer, pada Jumat (28/6), menolak upaya aktor 30 Rock itu untuk menghindar dari ancaman hukum atas tindakannya.

Alec Baldwin didakwa melakukan pembunuhan tidak disengaja terhadap sinematografer Halyna Hutchins pada 21 Oktober 2021. Hutchins terbunuh setelah pistol yang Baldwin bawa, meletus di lokasi syuting film Rust.

Hakim mendengar argumen dari tim hukum Baldwin yang mengatakan bahwa dakwaannya harus dibatalkan lantaran hilangnya bukti selama sidang yang berlangsung dua hari itu.

Dalam putusannya, hakim menolak argumen pengacara Baldwin pada sidang di tanggal 21 Juni dan Senin. Hakim menolak argumen bahwa dakwaan harus dibatalkan karena senjata yang menewaskan sinematografer Halyna Hutchins telah rusak selama pengujian FBI. Sehingga menghalangi pihak Baldwin untuk menguji sendiri senjata tersebut.

| BACA JUGA : Pembuat Senjata di Film Alec Baldwin Dinyatakan Bersalah

Sebelumnya, replika revolver Pietta 45 Colt yang digunakan dalam penembakan tersebut telah dihancurkan selama pengujian yang dilakukan oleh FBI, atas permintaan jaksa penuntut.

Atas penghancuran bukti senjata yang disengaja oleh jaksa penuntut tersebut, dokumen pengadilan mengatakan, bahwa hal itu membuat Baldwin tidak mendapatkan pengadilan yang adil. Penghancuran tersebut membuat pihak Baldwin kehilangan kesempatan untuk menyelidiki sendiri senjata api tersebut.

“Sederhananya, tidak ada cara untuk membatalkan apa yang telah dilakukan pemerintah,” tulis pengacara Baldwin dalam dokumen pengadilannya.

Baldwin selamanya kehilangan kesempatan untuk menyelidiki sendiri revolver tersebut. Sebab, pemerintah bahkan tidak mengambil dokumentasi terkait kondisi komponen internal senjata api tersebut sebelum memusnahkannya.

| BACA JUGA : Alec Baldwin Didakwa Atas Pembunuhan Tidak Sengaja

Menurut John Bash, pengacara Baldwin, senjata tersebut merupakan bukti utama dalam kasus ini. Penghancuran senjata api yang dilakukan oleh pemerintah ini dianggap keterlaluan, dan melanggar hak Baldwin, serta menghilangkan kesempatan pengacara Baldwin untuk memeriksa senjata dalam keadaan aslinya, sehingga dapat memberikan pembelaan yang tepat.

Sommer sependapat dengan pengacara Baldwin, bahwa senjata api tersebut merupakan inti dari kasus ini. Ia juga setuju, bahwa jaksa penuntut harus memanggil saksi yang dapat menjelaskan kepada juri bagaimana senjata itu dirusak dan apa relevansinya.

Tuduhan awal pembunuhan tidak disengaja yang diajukan jaksa terhadap Baldwin pada Januari 2023 dibatalkan, setelah tim hukum Baldwin memberikan bukti bahwa pistol tersebut telah dimodifikasi. Mereka membuktikan, bahwa peluru dari pistol tersebut dapat meletus tanpa menarik pelatuknya.

| BACA JUGA : Kasus Salah Tembak Masih Berlanjut, Alec Baldwin Pilih Nyepi di Pantai. Intip Foto-fotonya!

Seorang ahli senjata api independen juga memastikan, bahwa senjata api itu tidak akan menembak pada posisi penuh, tanpa ditarik pelatuknya.

Baldwin sebelumnya membantah bertanggung jawab atas kematian Hutchins, dengan mengatakan pistolnya meletus sendiri setelah dia mengarahkannya ke sinematografer dan mengokangkannya. Baldwin membantah telah menarik pelatuk, yang menjadi inti dalam kasus ini.

Sementara itu, pembuat senjata dalam film Rust, Hannah Gutierrez Reed, diputuskan juri sebagai orang yang bertanggung jawab pada Maret lalu, atas senjata yang melepaskan peluru tajam di lokasi syuting film yang menewaskan Hutchins.

| BACA JUGA : 4 Fakta Halyna Hutchins, Korban Penembakan di Lokasi Syuting Film Alec Baldwin

Gutierrez dijahuti hukuman maksimal 18 bulan penjara atas tindakannya dan kini sedang mengajukan banding atas hukumannya itu. Sedangkan Baldwin juga akan menghadapi hukuman 18 bulan penjara jika terbukti bersalah di persidangan yang direncanakan bulan Juli ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here