Gara-gara Jam Tangan Rolex, Rumah Presiden Peru Digeledah

Pesiden Peru Dina Boluarte. Foto: Dok. Reuters
Pesiden Peru Dina Boluarte. Foto: Dok. Reuters

Rumah Dina Boluarte digeledah oleh polisi pada Sabtu (30/3/2024) lalu. Hal ini disebabkan Presiden Peru itu diduga tak melaporkan jam tangan mewah Rolex miliknya kepada otoritas yang berwenang.

Dalam penggeledahan ini, 20 petugas dari kantor kejaksaan dan 20 polisi dikerahkan untuk menerobos masuk rumah sang Presiden. Diketahui pula otoritas Peru juga tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi.

Kediaman Boluarte terletak di distrik Surquillo di ibu kota Lima, yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari tempat ia bekerja.

| Baca Juga: Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Dikritik saat Naik Helikopter ke Konser Coldplay

Polisi saat mengepung rumah Bolartue di Distrik Surquillo, Lima, Peru .Foto: Dok. Reuters

Dikutip dari AFP, Kepolisian Peru menyebutkan aksi itu bertujuan untuk penggeledahan dan penyitaan. Hal ini berawal dari adanya laporan di surat kabar lokal yang mengklaim bila koleksi jam tangan mewah milik Presiden Peru tidak jelas asal-usulnya, bahkan belum dilaporkan secara resmi dalam catatan publik.

Foto-foto yang beredar juga menunjukan Boluarte memakai jam tangan Rolex saat hadir di beberapa acara publik. Model jam tangan Rolex yang pernah dipakainya dilaporkan berharga sekitar $14.000, menurut La Encerrona, atau setara Rp222 juta.

Penggeledahan rumah presiden ini bahkan disiarkan langsung oleh televisi lokal setempat. Para personel dari kepolisian dan kejaksaan Peru terlihat mengelilingi rumah Boluarte, lalu menerobos paksa hunian mewah itu karena tidak ada yang membukakan pintu.

| Baca Juga: 4 Potret Anggun Iriana Jokowi Hadiri Jamuan Teh Bareng Istri Presiden China

Setelah kejadian ini, Boluarte pun dengan tegas tak akan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Peru. Menurut dia, ia masuk ke dunia politik dalam keadaan yang bersih. Soal koleksi jam tangan mewahnya, itu adalah hasil kerja keras sejak usianya masih 18 tahun.

“Saya menjabat dengan tangan yang bersih dan dengan demikian saya akan pensiun dari kursi kepresidenan pada 2026,” kata Dina Boluarte saat konferensi pers.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebutkan penggeledahan itu sebagai tindakan yang ‘tidak proporsional’ dan ‘kasar’. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here